Bupati Sanusi Tanggung Biaya Pendidikan Anak Pasutri yang Bunuh Diri di Wagir

HM Sanusi (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Bupati Malang, Muhammad Sanusi bakal menanggung seluruh biaya pendidikan anak pasangan suami istri yang bunuh diri di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Seperti diketahui, pasangan suami istri, JW (43) dan YI (38), nekat mengakhiri hidupnya pada Selasa (10/3/2020). Mereka meninggalkan tiga orang anak, FR (21), YG (16) dan seorang balita berinisial VG (4).

Khusus untuk YG dan VG, Sanusi bakal menanggung biaya pendidikan keduanya. Rencananya, YG dan VG bakal dimasukkan di pondok pesantren yang berada di Kecamatan Wagir.

“Kita akan tanggung semua biaya pendidikannya. Mereka masih butuh biaya pendidikan, dan butuh untuk kelangsungan hidupnya. Mereka kan sekarang menjadi anak yatim piatu,” kata Sanusi, Rabu (11/3/2020).

Sanusi pun menyebut, biaya pendidikan YG dan VG akan ditanggung hingga keduanya lulus Sekolah Menengah Atas atau SMA nanti. Ditanya soal alasannya ingin memasukkan kedua anak itu ke pondok pesantren, Sanusi bilang, dirinya ingin YG dan VG memiliki ilmu agama yang kuat disamping ilmu pendidikan formal.

“Mereka kan juga korban. Mereka sudah tidak memiliki kasih sayang orang tua,” paparnya.

Sebagai informasi, pasangan suami istri di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang diduga nekat mengakhiri hidup di rumahnya, Selasa (10/3/2020).

Sang suami, JW (43), ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Sedangkan sang istri, YI (38), belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya.

Diduga, YI tewas setelah menenggak racun. Keduanya ditemukan tak bernyawa dalam kamar sekitar pukul 09.00 WIB. (mid/yog)