Caping Ditahan, JASMARA Minta Penangguhan

Foto: Forum Diskusi JASMARA. (ist)

BACAMALANG.COM – Atas adanya penahanan Polres Malang terhadap M.Safril alias Caping karena meme kritikan terhadap Sanusi, Jasmara (Jaringan Aktivis Sosial Malang Raya) meminta dilakukan penangguhan penahanan.

“Hari ini Kita kesini guna mendapatkan salah satu hak hukum dari klien kami yaitu penangguhan penahanan,” tandas kuasa hukum Caping, Agustian Siagian, SH, Kamis (1/10/2020).

Berawal dari Meme Kritikan

Sekilas informasi, kasus penahanan M.Safril atau Caping, berawal dari meme di sebuah media sosial.

Dalam meme yang berisi kritikan tersebut ada foto mantan Bupati Malang H.M.Sanusi. Tidak terima dengan meme tersebut dari pihak Sanusi melaporkan Caping ke Polres Malang. Beberapa hari lalu pihak Polres telah melakukan penahanan terhadap Caping.

Menanggapi penahanan terhadap Caping, pada hari Rabu (30/09/2020) Jasmara mendatangi Mapolres Malang untuk memberikan dukungan dan minta penangguhan penahanan.

Sekedar info Jasmara ini terdiri dari berbagai elemen, mulai dari politisi hingga tokoh LSM.

Tidak kabur dan Hilangkan BB

Agustian Siagian, SH menjelaskan, pihaknya mengajukan penangguhan penahanan terhadap Caping karena yakin klien tidak akan kabur dan menghilangkan BB.

“Kami yakin klien kami ini tidak akan kabur dan menghilangkan barang bukti, Selain itu klien kami ini adalah tulang punggung keluarga. Setelah permohonan penangguhan penahanan ini, kami berharap agar pihak Polres Malang untuk bisa mengupayakan jalan perdamaian baik pelapor dengan yang terlaporkan. Kami juga menilai untuk kasus meme ini tidak perlu untuk dilanjutkan kemeja hijau,” terang Agustian.

Berharap Damai

Sementara itu, Koordinator Jasmara, Akhmad Kusaeri mengatakan, pihaknya berharap kasus bisa diselesaikan dengan jalan damai.

“Kita berama 20 aktivis yang juga sebagai teman dan sahabat dari Caping menginginkan penangguhan penahanan terhadap Caping. Saya dan teman – teman yakin bahwa Caping akan mematuhi semua proses hukum, jadi kami menilai Caping tidak harus ditahan di Polres dalam menjalankan kasus hukum yang saat ini dijalani olehnya. Harapannya kasus ini bisa di selesaikan secara damai sehingga tidak ada pihak yang harus ditahan atau dipenjara,” urai Khosaeri menutup wawancara. (*/had)