Cegah Kanker, Dokter Spesialis RSSA Malang Edukasi Melalui Webinar

Caption : RSSA Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Cegah penyakit Kanker, tiga Dokter Spesialis RSSA Malang melakukan edukasi melalui Webinar.

“Edukasi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker. Caranya masyarakat harus paham tentang deteksi dini. Ini merupakan upaya pencegahan yang kami lakukan,” tutur Direktur RSSA Malang Dr. dr. Kohar Hari Santoso, SpAn KIC KAP.

Seperti diketahui tiga Dokter Spesialis Kanker RSSA Malang (RSUD Saiful Anwar Malang) memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini kanker kepada masyarakat.

Edukasi dikemas dalam Webinar Zoom pada Kamis (27/5/2021) dengan diikuti 300 peserta. Masing-masing peserta juga mendapat sertifikat dengan SKP PPNI yang akan dikirimkan ke email masing-masing peserta.

Direktur RSSA Malang Dr. dr. Kohar Hari Santoso, SpAn KIC KAP menyampaikan bahwa sebenarnya penyakit kanker masih mendominasi di masyarakat. Namun, setahun belakangan tertutup karena Covid-19.

Tiga Dokter Spesialis Kanker memiliki keahlian tersendiri di bidang kanker payudara, mulut rahim, dan pada anak. Mereka adalah Dr. dr. Bachtiar Budianto, Sp.B(K)Onk., FINACS, FICS (Deteksi Dini Kanker Payudara), Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp.OG (K)Onk (Deteksi Dini Kanker Mulut Rahim) dan dr. A. Susanto Nugroho, Sp.A(K) (Deteksi Dini Kanker pada Anak).

GRAFIK MENINGKAT

Menurut Dokter Bachtiar Budianto, penyakit kanker semakin lama semakin meningkat. Ada beberapa faktor penyebab di antaranya meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya. “Selain itu juga banyaknya pencemaran lingkungan dan karsinogen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ada beberapa pengobatan kanker payudara yang dapat ditempuh. Misalnya operasi, radioterapi, kemoterapi, dan terapi hormonal.

Mengapa deteksi dini kanker perlu dilakukan? Kata dia, ada tiga prevensi yaitu pertama pencegahan primer. Pencegahan primer bisa dilakukan dengan penyuluhan masyarakat, hidup sehat, hindari stress, dan mengendalikan lingkungan secara bersama-sama.

Kedua, pencegahan sekunder. Pencegahan ini dilakukan dengan cara skrining individu dan massal. Ketiga, pencegahan tersier yaitu dengan diagnosis dan pengobatan sedini mungkin dan tepat. “Ini (prevensi tersier) kemungkinan sembuh lebih baik,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Dokter Bachtiar, ada beberapa problem tentang kanker di Indonesia. Yakni, pengetahuan yang kurang, keterlambatan datang ke RS, tidak adanya skrining massal, ketakutan tindakan pembedahan, pengobatan yang menyesatkan, teknologi kedokteran yang masih tertinggal, faktor sosial, ekonomi, dan kultural yang kurang mendukung.

Edukasi tentang kanker oleh dokter-dokter spesialis RSSA Malang ini berlangsung interaktif. Peserta antusias dan banyak melakukan sharing tentang perkembangan penyakit kanker di Indonesia. (*/had)