Cerita Cinta Segitiga Pemandu Karaoke Berujung Maut

Kapolres Malang didampingi Kasat Reskrim, Kasubbag Humas dan Kapolsek Pakisaji menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Cinta segitiga jadi latar belakang utama kasus pembunuhan pemandu lagu sebuah karaoke di Kecamatan Pakisaji, Selasa (23/3/2021).

Setia Nurmiati alias Ayu (21) warga Pakisaji jadi korban pembunuhan sekaligus rudapaksa. Ayu dibunuh Wahyudi (39) warga Semanding Tuban kemudian di rupadaksa Adi Prayitno alias Dalbo (28) warga Kepanjen.

Sehari-hari, Ayu diketahui menjadi pemandu lagu di Kafe 88 Pakisaji. Selama ini, Ayu menjalin hubungan asmara dengan Wahyudi.

Hubungan Ayu dan Wahyudi terbilang tidak baik-baik saja. Akhir-akhir ini mereka lebih sering terlibat adu mulut.

Puncaknya, pada Selasa (23/3/2021) dinihari. Ketika itu, Ayu mendapati Wahyudi tengah main serong dengan Amel, pemandu lagu yang notabene rekan Ayu di Kafe 88. Keduanya sedang main gila di dalam truk Wahyudi.

“Sekitar jam 1.30, si korban ini mendatangi truk tersangka dan menggedor-gedor pintu truk. Akhirnya Yudi di dalam truk merasa terganggu, dan tidak mau bertengkar. Akhirnya tersangka menyetarter truk, sengaja diarahkan ke kanan ternyata roda belakang menabrak korban. Inilah yang membuat korban jatuh,” ucap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, dalam rilis di Mapolres Malang, Kamis (25/3/2021).

Usai disenggol truk itu, Ayu mengalami luka pada tulang ekor dan paha. Ketika itu, Wahyudi meninggalkan korban dalam keadaan sekarat.

“Saat itu, korban masih hidup. Dalam perjalanan, tersangka menelpon Dalbo yang merupakan penjaga Kafe 88, dia minta tolong di cek. Saat itu Dalbo dalam kondisi mabuk berat, korban diseret menuju dalam warung. Disana tersangka masih menyetubuhi korban yang sudah tidak berdaya. Setelah itu tersangka Dalbo kembali ke Kafe seperti biasa saja tidak ada apa-apa,” tutur Hendri.

Ayu sendiri ditemukan meninggal dunia beberapa jam setelah peristiwa itu. Dia ditemukan oleh seorang pemulung yang kemudian melaporkan ke Polsek Pakisaji.

“Korban ini ada kecemburuan terhadap tersangka. Jadi mereka ini dari dulu sudah berpacaran. Berjalannya waktu mereka sering cekcok. Akhirnya Yudi tidak betah dan meninggalkan si Ayu,” jelas Hendri. (mid/red)