Ciptakan Kondusifitas, AKBP Ferli Hidayat Adakan Dialog Bersama di Turen

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat (tengah) dalam kegiatan dialog di Turen. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna menciptakan suasana kondusif Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengadakan kegiatan dialog bersama tokoh masyarakat, pemuda dan agama di Turen, Rabu (28/9/2022).

“Program Diagram ini, adalah program Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, yang tujuannya adalah untuk menampung aspirasi, masukan, terhadap tugas-tugas Polri khususnya berkaitan dengan isu-isu yang menonjol di wilayah, untuk dikomunikasikan guna mencari solusi atau penyelesaian apabila ada permasalahan,” ucap Kapolres.

Kegiatan digelar di pendopo ekowisata Boon Pring dihadiri 50 peserta. Kapolres mengajak elemen masyarakat membahas isu-isu yang saat ini menjadi perbincangan baik di tingkat Kabupaten Malang maupun nasional.

Selain pejabat utama Polres Malang, Kegiatan tersebut dihadiri oleh elemen masyarakat antara lain Muspika, forum kepala desa, Ketua DMI KH Imam Sibaweh, Ketua MWC NU Gus Syafaat, Ketua IKABMI Dahri Abdus Salam, tokoh masyarakat, pendeta Gereja Pantekosta, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Bunda Maria, Pemuda Muhammadiyah, LDII, kelompok tani, kelompok sadar wisata, serta warga masyarakat Kecamatan Turen.

Dikatakannya pihaknya sengaja, menggandeng beberapa elemen masyarakat beserta tokoh-tokoh di Kecamatan Turen, duduk bersama dalam mencari solusi di setiap permasalahan yang ada.

“Diagram ini juga akan dilaksanakan secara berkala di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang. Hal ini untuk menciptakan situasi kabupaten Malang tetap kondusif,” lanjutnya.

Ia berharap masukan dari masyarakat yang hadir serta kritikan dari berbagai perspektif, dengan melibatkan kepala desa serta komunitas, menurut Kapolres akan memudahkan untuk menyelesaikan problematika yang ada di masyarakat.

“Tidak hanya permasalahan hukum, banyak permasalahan sosial di masyarakat yang akan lebih mudah diselesaikan jika kita duduk bersama untuk berpikir, berbagi, untuk mencari solusi,” tukasnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab, banyak masukan dari elemen masyarakat yang dilibatkan dalam Diagram tersebut. Diantaranya Sumady dari Gereja Bethel Indonesia yang mengungkapkan keinginannya untuk mengadakan pertemuan pemuda gereja dan berharap dari pihak kepolisian bisa ikut memberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba.

Kepala Desa Tumpukrenteng Helmiawan Khodidi juga menyampaikan permasalahan terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sehubungan biaya yang telah ditetapkan dirasa terlalu minim dibandingkan kebutuhan untuk kelengkapan berkas yang diajukan.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Desa Kedok Etik Wijiastuti, yang kerap menemui kendala di lapangan perihal gerakan vaksinasi Covid-19 untuk lansia karena sudah berupaya memberikan edukasi namun masih saja menemui ada hambatan sehingga hasil capaian vaksinasi di desanya kurang maksimal.

Berbagai permasalahan yang disampaikan kemudian dibahas secara bersama-sama dengan seluruh elemen dalam forum tersebut. Diharapkan dengan hadirnya segenap lapisan masyarakat yang diundang, akan semakin mudah untuk mendapatkan solusi dan kesepakatan serta dapat menjadi acuan dalam pelaksanaannya di masyarakat.

Mengakhiri kegiatan, Kapolres mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas partisipasinya dan peran serta elemen terkait yang telah ikut membantu dan memelihara situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Malang kondusif serta membantu tugas Polri dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat juga turut serta dalam penanganan pandemi Covid-19 dan PMK. (*/had)