Covid Naik, Sikon Malang Raya dan Solusi Hulu-Hilir

Foto: dr Umar Usman MM. (Ist)

BACAMALANG.COM – Terkait melonjaknya Covid pasca libur mudik Lebaran di Malang Raya, maka berdasar evaluasi dihasilkan penjelasan mengenai 2 penyebab.

“Berdasar evaluasi dan pengamatan, melonjaknya kasus adalah karena dua kombinasi penyebab. Yakni selain masyarakat nekat mudik kemarin Lebaran, juga karena mutasi virus dari luar negeri yang lebih kuat dari sebelumnya,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya, dr Umar Usman MM memulai pemaparannya.

SIKON MALANG RAYA

Sampai sekarang, muncul dua klaster baru di kota Malang. Pertama, ada belasan orang terpapar Covid di Perum Puri Nirwana Kota Malang. Kedua ada tiga kawasan rumah makan besar di Kota Malang ditutup karena menjadi tempat penularan virus Covid-19.

Meliputi, Dapoer 93 Jalan Soekarno-Hatta, Depot Mie Sawahan yang berada di Kelurahan Kasin dan Depot Widari Jalan Kawi. Delapan orang pegawai di Depot Mie Sawahan positif Covid-19, sedangkan di Dapoer 93 Soehat, diduga pemilik dan keluarganya juga terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian di Depot Widari Kawi, ada 6 orang pengelola depot terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga saat ini ada sejumlah klaster di beberapa wilayah Kota Malang. Diantaranya, kawasan Perumahan Permata Hijau dan Bukit Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kemudian juga klaster perkampungan yang muncul di wilayah Lowokdoro Gang IV, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Lalu, Jalan Tretes Selatan, RW 05, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, serta di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang 3, RW 1 Kelurahan Rampal Celaket, Kota Malang. Dan di wilayah Jalan Bandulan Gang 1 F, RT 5 RW 4, Kecamatan Sukun Kota Malang.

Sementara itu kondisi di Kabupaten Malang, di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Tengah dilakukan karantina wilayah mikro menyusul tujuh warga setempat terpapar Covid-19 usai menghadiri hajatan pernikahan yang dilakukan pekan lalu.

Sementara untuk sikon Kota Batu dalam sepekan terakhir, penambahan kasus Covid-19 di Kota Batu bertambah dalam kisaran angka 5 hingga 7 kasus per hari dimana pekan sebelumnya penambahan kasus Covid-19 hanya bertambah 0 hingga 4 kasus per hari.

“Untuk Covid di Malang Raya terjadi peningkatan. Namun Kita berupaya maksimal-optimal, merangkul semua pihak dan tak lupa menghimbau kesadaran dan kedisiplinan prokes masyarakat,” terang Pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

SOLUSI HULU DAN HILIR

Sejumlah langkah tegas yang diambil Pemerintah guna membatasi mobilitas masyarakat agar dapat mengurangi laju penyebaran virus COVID-19 salah satunya dengan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. PPKM Mikro selama 2 minggu, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 dengan membatasi pergerakan masyarakat sebanyak 75-100%, disesuaikan dengan kegiatan dan zona merah penularan COVID-19.

”Penanganan sisi hulu dengan baik penting agar bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya. Di sisi hulu, Kita harus membatasi mobilisasi masyarakat melalui penerapan PPKM Mikro mengurangi penyebaran virus dan juga mempercepat vaksinasi. Di hilir, Kita akan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan,” kata dr Umar Usman yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

Untuk kecepatan penyuntikan vaksin, Kementerian Kesehatan didukung oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah meningkatkan kecepatan penyuntikan menjadi 700 ribu/hari di bulan ini dan 1 juta/hari mulai bulan depan seiring dengan relaksasi batasan kriteria dan usia penerima vaksin diatas 18 tahun.

Setelah memprioritaskan vaksinasi Tahap 1 untuk tenaga kesehatan di bulan Januari hingga Februari, lalu Tahap 2 untuk penerima lanjut usia dan pekerja publik di bulan Maret hingga Juni, pemerintah akan membuka Tahap 3 untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas.

“Seiring dengan pembukaan Tahap 3, cakupan dan kecepatan vaksinasi akan dapat ditingkatkan menjadi rata-rata 1 juta/hari. Pemerintah menargetkan vaksinasi untuk 181 juta penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok. Saat ini lebih dari 23 juta penduduk atau 12.8% dari target, sudah mendapatkan vaksinasi pertama,” papar Pria alumnus universitas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

SOLUSI HILIR

Di sisi hilir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebelum libur Idul Fitri tahun ini, telah melakukan langkah-langkah sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kasus merujuk pada pengalaman sebelumnya.

Langkah-langkah tersebut diantaranya memberikan instruksi kepada rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menambah jumlah tempat tidur dan ruang isolasi, menambah obat-obatan yang diperlukan serta peralatan seperti APD, dan juga menambah tenaga kesehatan.

Hingga Senin (21/6), jumlah total keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 secara nasional ada di angka 57 ribu. Kemenkes menginstruksikan tempat tidur perawatan khusus COVID-19 untuk ditingkatkan dari 75 ribu menjadi 83 ribu. Dengan asumsi seluruh rumah sakit di Indonesia memberikan 30% kapasitas ruangan untuk merawat pasien COVID-19, kapasitas tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 masih bisa ditingkatkan hingga mencapai 130 ribu tempat tidur.

Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kesehatan di Rumah Sakit, Kemenkes bekerja sama dengan IDI dan PPNI terus mengirim bantuan tenaga kesehatan yang memang dibutuhkan, termasuk dokter pasca internship, peserta program Pendidikan Dokter Spesialis, peserta program Nusantara Sehat, lulusan Poltekkes Kemenkes, serta merekrut kembali relawan yang telah habis masa tugas.

Selain penanganan lonjakan kasus secara menyeluruh mulai hulu hingga hilir, Menkes juga menyampaikan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia terbukti efektif untuk menangani varian COVID-19, khususnya varian Delta. ”Faedah vaksinasi sudah ada. Mumpung sekarang vaksinnya makin banyak tersedia, masyarakat tidak usah ragu-ragu lagi untuk segera vaksinasi,” himbau Pria yang juga senior KAHMI ini.

Diharapkan masyarakat terus disiplin mematuhi protokol 3M, yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan. Selain mobilitas yang tinggi, lonjakan kasus pasca Lebaran tahun ini yang melebihi kenaikan kasus pasca liburan Lebaran dan Natal serta Tahun Baru 2020 juga dipicu oleh adanya varian of concern COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia.

”Varian ini memang lebih cepat menular, tetapi cara menurunkan laju penularannya sama yakni tidak lelah, bosan, dan disiplin dengan protokol 3M. Diharapkan momentum libur-libur lain ke depannya, tolong untuk tinggal di rumah saja agar Kita bisa melindungi keluarga, tetangga, dan orang terdekat dari penularan COVID-19 inii. Semoga Covid melandai dan perekonomian kembali bergairah,” pungkas Pria berjuluk Dokter Rakyat ini. (had)