Dampak Covid dan Pembatasan Sosial, 29 PMI dari Singapura Dikarantina

Foto: PMI Dari Singapura Masih Jalani Karantina. (Kominfo Jatim)

BACAMALANG.COM – Penerapan pembatasan sosial di beberapa negara menjadi alasan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) untuk pulang ke kampung halaman mereka.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI tercatat sudah ada 121.498 PMI yang pulang ke Indonesia.

Jumlah PMI tersebut berasal dari 13 negara penempatan. Dari data yang dimilikinya, gelombang terbesar berasal dari Malaysia sebanyak 15.429 orang, disusul Hong Kong 11.303 orang, Singapura 3.507 orang dan Taiwan sebanyak 3.026 orang.

Pada saat perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah, sebanyak 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Singapura masih menjalani masa karantina. Yakni 15 orang karantina di Asrama Haji Surabaya, sedangan 9 orang atas permintaan sendiri melakukan karantina di hotel. Antara lain di Hotel Shangrila, Ibis Jemursari, Haris Satelit, 88 Embong Kenongo dan Premiere Palace, Kamis (13/5).

SENANG LEBARAN DI INDONESIA

Rini Subeksi, PMI asal Tulungagung mengatakan sejak tahun 2006 bekerja di luar negeri sebagai pengurus rumah tangga, dan baru Lebaran tahun ini bisa pulang ke tanah air.

“Meski harus menjalani masa karantina dulu, tetapi Lebaran tahun ini sangat senang, karena bisa berkumpul dengan keluarga. Sudah hampir tiga tahun, baru Lebaran kali ini bisa mudik lebaran,” katanya.

Perempuan berusia 51 tahun ini mengatakan, menjadi PMI di negeri orang selain bisa membantu biaya rumah tangga juga bisa menambah pengalaman.

“Saya merasa betah bekerja disana, karena saya merasa lebih terjamin juga tertib. Tidak terasa sudah hampir 15 tahun saya bekerja di sana,” katanya.

Berdasar data dari Sekretariat Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya (KKP), penjemputan dari daerah asal hari ini sebanyak 121 dengan rincian sebagai berikut, Kota Blitar sebanyak 3 orang, Kota Kediri 1 orang, Kota Surabaya 2 orang, Kab. Bangkalan 9 orang, Banyuwangi 3 orang, dan Kab Blitar 3 orang.

Sedangkan dari Bojonegoro sebanyak 3 orang, Gresik 2 orang, Jember 7 orang, Jombang 2 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, Lumajang 1 orang, Kabupaten Madiun 1 orang, Magetan 2 orang, Kabupaten Malang 6 orang, Pacitan 1 orang, Kab Pasuruan 1 orang, Pamekasan 23 orang, Ponorogo 5 orang, Kabupaten Probolinggo 9 orang, Sampang 18 orang, Sumenep 8 orang, Trenggalek 1 orang, Tuban 4 orang dan Tulungagung 4 orang.

SIAPKAN JARING PENGAMAN SOSIAL

Tingginya jumlah PMI yang pulang ke daerahnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di daerah-daerah khususnya daerah kantong PMI. Untuk mengatasi hal tersebut Kemenaker menyiapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), yang mempunyai berbagai manfaat bagi para PMI di berbagai daerah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan mengatakan program JPS mempunyai dua rangkaian program lain, yakni Tenaga Kerja mandiri (TKM) dan Padat Karya. “Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada persoalan kesehatan, tetapi juga melemahkan perekonomian yang ditandai dengan penurunan produksi, pengurangan tenaga kerja, serta penurunan daya beli masyarakat”, ujarnya.

Dia menjelaskan, TKM adalah program pemberdayaan usaha yang memiliki tujuan utama untuk menyediakan lapangan pekerjaan kepada warga terdampak khususnya bagi daerah kantong PMI. (kom/had)