Dampak Inflasi Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ist

A. INFLASI

Inflasi adalah gejala dimana tingkat harga umum terus meningkat. Kenaikan harga satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali jika kenaikan itu meluas ke harga sebagian besar barang lainnya. Inflasi merupakan kenaikan harga barang akibat tidak sinkronnya program perolehan barang (produksi, harga, pencetakan uang, dan lain-lain) dengan pendapatan masyarakat.

Tekanan inflasi Indonesia pada November 2022 menurun dari inflasi bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi November 2022 sebesar 5,42%. Lebih rendah dibandingkan inflasi Oktober 2022 sebesar 5,71%. Penurunan tersebut didukung oleh melambatnya inflasi volatile food (VF) yang dipicu oleh upaya lebih lanjut oleh semua pihak untuk menahan inflasi di tengah masih tingginya inflasi administered price (AP). Pada saat yang sama, inflasi bulanan adalah 0,09% di bulan November. Inflasi Indonesia tetap terkendali meskipun tren inflasi masih tinggi di berbagai negara. Sebagai contoh, inflasi di Uni Eropa saat ini tercatat sebesar 10% pada November 2022. Kemudian di India dan Amerika Serikat yang memiliki tingkat inflasi riil sebesar 6,77%,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (12/1). Berdasarkan komponennya, deflasi volatile food sebesar -0,22% atau 5,70%.

B. PETUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu prioritas yang harus dicapai negara setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan ukuran keberhasilan. Ini juga merupakan salah satu prioritas negara Indonesia. M. Suparkon dan Maria R. Suparco memiliki beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu:

a) Produk Domestik Bruto PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang diproduksi dengan harga pasar. Kelemahan PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah bersifat global dan tidak mencerminkan kesejahteraan penduduk.

b) PDB per kapita atau pendapatan per kapita PDB per kapita merupakan ukuran yang lebih tepat karena memperhitungkan seluruh penduduk. Oleh karena itu, jumlah pendapatan per penduduk dapat ditentukan dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.

c. Tenaga kerja berupah per jam di suatu negara yang lebih maju, dari pada negara lain ketika tingkat pendapatan lebih tinggi dari pada upah per jam di negara lain untuk jenis pekerjaan yang sama.

C. DAMPAK INFLASI

Perekonomian akan tumbuh sebesar 5,72% pada tahun 2022. Penguatan pemulihan ekonomi tercermin dari pertumbuhan ekonomi. Pada tingkat pertumbuhan tersebut, tingkat kumulatif produk domestik bruto nasional pada tahun 2022 akan menjadi 6,6% lebih tinggi dari tingkat kumulatif pada tahun 2019. BPS merilis data PDB kuartal ketiga kemarin, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,72%, sedikit lebih tinggi. dari perkiraan kementerian. itu 5,7%. Kinerja tersebut mencerminkan pemulihan ekonomi nasional yang terus menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian prospek ekonomi global,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Di sisi output, laju pertumbuhan konsumsi domestik relatif kuat di 5,4%. Beberapa indikator konsumsi masyarakat, antara lain rata-rata tingkat penjualan riil yang meningkat sebesar 5,5% pada tahun 2022. Di sisi lain, berbagai upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh kelompok pengendalian inflasi pusat dan kelompok pengendalian inflasi daerah, serta penguatan program jaminan sosial untuk memitigasi dampak perubahan harga energi cukup efektif untuk menjaga kesinambungan pemulihan penduduk. daya beli Hal itu tercermin dari inflasi yang relatif terkendali, tidak setinggi perkiraan semula.

Ada tanda-tanda bahwa laju pertumbuhan ekonomi relatif masih terkendali seiring dengan situasi pandemi. Potensi tersebut disumbang oleh tingkat kepercayaan konsumen Indonesia yang tetap berada pada level optimis sejak November lalu. terus mendukung konsumsi kegiatan industri oleh masyarakat, yang mendorong standar produksi Indonesia ke level 5109 pada bulan April, menunjukkan bahwa pesanan manufaktur dan pembelian serta perekrutan karyawan baru meningkat, dan impor barang modal dan bahan baku akan terus meningkat. Aktivitas manufaktur, dan permintaan secara keseluruhan tetap positif, jadi secara keseluruhan kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini telah mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi grup kami di Indonesia. Tetapi ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa risiko inflasi masih tinggi, yang jika terus meningkat dapat mencekik daya beli masyarakat, meskipun masih dalam kisaran target 2-4%, inflasi Bank Indonesia ditetapkan pada tahun ke-1. April, tingkat seluler meningkat dari 2,60% menjadi 3,4,07% pada bulan sebelumnya, atau meningkat sekitar 0,95% per bulan. Namun demikian, dengan meningkatnya aktivitas ekonomi sejalan dengan efek musiman bulan Ramadhan, terdapat tanda-tanda tekanan yang meluas seiring dengan meningkatnya inflasi inti. Sejak awal tahun 2020, dengan latar belakang percepatan inflasi domestik dan global, opsi kenaikan suku bunga Bank Indonesia cukup terbuka tahun ini, apalagi The Fed semakin agresif. Meredanya inflasi, dengan bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pekan lalu, juga mendorong ekspektasi pasar akan perlunya penyesuaian, terutama untuk negara berkembang. Siklus suku bunga Bank Indonesia meningkat hingga 25% bulan ini.

Penulis : Edwin Dermawan S.