Dampak PPKM Level 4, Ini Upaya Bapenda Tahan Laju Penurunan Pajak

Foto: Kepala Bapenda Kota Malang, Dr Handi Priyanto. (ist)

BACAMALANG.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang nampaknya harus berusaha keras dalam menahan laju penurunan penerimaan pajak dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Kami tidak bisa menghindari dampak PPKM Level 4 yang juga diterapkan di Kota Malang. Namun kami terus berupaya menahan laju penurunan pendapatan sektor pajak. Kalau dari estimasi perhitungan teman-teman Bapenda, turunnya hampir Rp 150 miliar. Tapi kami akan mencoba cegah di angka Rp 78 miliar,” ungkap Handi, Jumat (6/8/2021).

Menurut Handi, saat ini banyak tempat usaha seperti resto dan hotel yang mengalami penurunan pendapatan dari dampak PPKM Level 4, dimana ketentuannya mereka hanya boleh melayani take-away.

“Rata-rata take-away ini hanya 10 sampai 20 persen dari pelanggannya. Artinya, tetap terjadi penurunan omset yang luar biasa,” terangnya.

Dengan begitu, pihaknya saat ini berupaya dengan meminta tunggakan tahun lalu. “Karena program Bapenda Sambang Kelurahan juga terpaksa dihentikan sementara. Padahal, rata-rata Bapenda mampu meraup Rp 50 sampai 100 juta di tiap kelurahan dalam program tersebut,” tandasnya.

Selain itu, kebijakan PPKM ini juga berpengaruh ternyata Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pasalnya, rata-rata yang bertransaksi di Malang adalah orang luar kota. “Malang ini tujuan orang berinvestasi jual beli tanah, dan 70 persen dari luar kota,” jelasnya. (adv/yog)