Densus Tangkap Mahasiswa Terduga Teroris Kelompok NII di Jakarta, Ken Setiawan Ingatkan Kewaspadaan

Densus 88 lakukan penangkapan terduga teroris. (ist)

BACAMALANG.COM – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan mengaku prihatin dengan masifnya gerakan NII yang mengakibatkan banyaknya korban di kalangan masyarakat dan yang paling banyak adalah kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baru-baru ini terjadi penangkapan terduga teroris dari kelompok NII jaringan mahasiswa A (22) di Jalan Ancol Selatan Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Terkait persoalan NII, Ken tidak menyalahkan siapapun, termasuk pihak sekolah, kampus, aparat maupun pemerintah.

“Jangankan kampus, aparat dan pemerintah, banyak laporan korban yang masuk ke NII Crisis Center itu keluarga terdekat yang setiap hari bertemu saja tidak tahu dan tidak bisa mendeteksi jika salah satu kerabatnya ternyata sudah terpapar NII,” tegas Ken.

Ken berharap aparat dan pemerintah meningkatkan kewaspadaan dengan mengadakan sosialisasi pencegahan agar masyarakat waspada.

Ken menyebut beberapa korban NII di Lampung yang melapor itu mengatakan bahwa salah satu cara pendekatan perekrut NII dengan istilah Pejuang Hijrah Lampung, bukan hanya di kampus UIN Lampung saja, tapi kampus lain juga ada, bahkan ada mahasiswi S2 Unila Lampung juga ada yang melapor ke NII Crisis Center karena diteror oleh NII.

Tema-tema hijrah dan Cinta Sunnah dianggap lebih menarik dan anak muda banyak yang berminat, orang yang sudah bergabung di NII selangkah lagi bisa jadi teroris karena kebencian kepada kelompok lain dan kebencian kepada pemerintah sangat tinggi.

“Diharapkan masyarakat waspada, bentengi keluarga dan lingkungan dari bahaya kelompok radikalisme yang mengatasnamakan agama. Jangan pernah merasa aman, sebab jika merasa aman maka justru saat itulah bahaya terbesar sudah mengintai kita semua, ketika merasa aman kita muda lengah dan terlena,” pungkasnya. (*/had)