Desa Miliki Peran Penting untuk Lestarikan Sejarah

Acara yang berlangsung di Ndalem Lembu Wonorejo Singosari (ist)

BACAMALANG.COM – Sudah 1078 tahun lamanya sejak Desa Muncang (sekarang bernama Wonorejo) menerima anugerah Sima dari Sri Maharaja Rake Hino Mpu Sindok. Di desa tersebut pula ditemukan prasasti Muncang pada 1913.

Peristiwa sakral berabad-abad lalu itupun diperingati beberapa pemerhati sejarah, budayawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi masyarakat serta agama. Acara bertema Walandit sebagai wilayah penting di era Mpu Sindok dalam kajian sosio cultural dari masa ke masa dilangsungkan di Ndalem Lembu Wonorejo Singosari, belum lama ini.

“Harapannya kedepan, Desa Wonorejo menjadi salah satu pilot porject dari bangkitnya kebudayaan dan sejarah masa lalu. Karena dewasa ini, desa memiliki peranan yang penting untuk kemajuan Indonesia dengan segala kewenangan yang dimilikinya,” kata sejarahwan Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono yang hadir dalam acara tersebut.

Ditambahkan M Fathur Rizky aktifis budaya yang biasa dipanggil Cak Joko Laksono, bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak terlepas dari korelasi warisan nenek moyang terdahulu.

“Nilai-nilai sejarah dan budaya warisan para leluhur tentu memiliki filosofi dan nilai-nilai yang dapat ditarik korelasinya hingga masa sekarang,” ungkapnya.

Sementara Slamet Wahyudi selaku pemilik Ndalem Lembu sekaligus mewakili Tim Bedah Sejarah Walandit-Wonorejo memiliki keinginan agar sejarah budaya yang ada di desanya bisa dikenal generasi penerus.

“Keinginannya agar kesejarahan Walandit dari masa ke masa dipahami dan diketahui oleh masyarakat secara umum,” jelasnya.

Acara inipun dilangsungkan secara virtual dan dihadiri salah satu anggota DPRD dari Fraksi PKB, H Satar. Satar juga menyampaikan beberapa pesannya.

“Dengan nilai sejarah dan budaya yang tinggi diharapkan desa punya perencanaan dalam pengembangan budaya yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat,” tukasnya. (mid/red)