Desa Wisata Menggeliat, Hidora Paparkan Tips Pengelolaan Agar Mandiri dan Berkelanjutan

Caption : Simbolis serah terima dokumen Grand Desain Desa-Desa Wisata Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Nias. (ist)

BACAMALANG.COM – Seiring melandainya kurva pandemi, topik tentang Desa Wisata di tanah air menjadi trend kembali (menggeliat).

Ketua Perkumpulan HIDORA (Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya), Tri Andri Marjanto memberikan paparan tips pengelolaan agar desa wisata bisa mandiri dan berkelanjutan.

“Proses membangun desa wisata memerlukan beberapa tahapan, survey dan mapping yang benar, dengan terjun ke lapangan, menggali data, informasi, serta masukan dari masyarakat,” tutur
Ketua Perkumpulan HIDORA, Tri Andri, baru-baru ini.

“Itulah bahan kami dalam riset dan kajian untuk merencanakan dan merancang grand desain yang kami tuangkan dalam dokumen,” terangnya.

“Rancangan ini tak akan berjalan, bila tidak dilakukan proses pendampingan masyarakat, tahap demi tahap, sampai masyarakat mampu mengelola desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan,” urainya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu dilakukan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Utara, disertai serah terima dokumen Grand Desain Desa-Desa Wisata Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Nias, kepada tiga kepala desa di Kecamatan Gunungsitoli Barat.

Penyerahan dokumen ini adalah sebagai simbolis dimulainya kegiatan Pendampingan Masyarakat untuk membangun dan mengembangkan desa-desa wisata, yaitu Desa Lölömoyo Tuhemberua, Desa Tumöri, dan Desa Gada.

Sementara itu, Arianto Zega (Camat Gunungsitoli Barat), mengatakan pihaknya sangat berharap apa yang telah menjadi rancangan dalam grand desain ini nantinya bisa segera terwujud.

“Saya optimis, karena adanya kolaborasi yang baik antara masyarakat, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, konsultan HIDORA, Pemerintah Kota Gunungsitoli, dan dukungan dari legislatif kota Gunungsitoli maupun provinsi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Firman Zebua, SH (anggota DPRD Kota Gunungsitoli Komisi I Fraksi HANURA), mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi proses panjang yang sudah dilakukan masyarakat bersama konsultan HIDORA, dalam mengembangkan pariwisata memang perlu sebuah perencanaan yang matang, dan yang terutama adalah pendampingan kepada masyarakat sebagai pelaku pengelolaan desa wisata. “Saya siap mendukung program ini dengan kegiatan-kegiatan positif seperti pengembangan desa wisata ini,” tukasnya. (had)