Dialog “Taat PPKM Darurat, Prokes Diperketat”, Begini Kata Para Narsum

Dialog Semangat Selasa di Media Center KPCPEN. (ist)


BACAMALANG.COM – Pemerintah akhirnya menarik rem darurat setelah kasus Covid-19 di indonesia melonjak tinggi dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kebijakan khusus untuk wilayah Jawa-Bali yang berlangsung selama 17 hari ini, bertujuan menghentikan penularan covid-19 dan menekan jumlah kematian akibat covid-19. Pelaksanaan PPKM darurat ini, lebih ketat dibandingkan dengan PPKM mikro. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar sepenuhnya dilaksanakan secara daring. Rumah ibadah hingga pusat perbelanjaan ditutup, serta penyekatan jalan di dalam dan di luar kota diperketat.

Untuk itu, Juru Bicara kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahrudi mengajak masyarakat untuk selalu protokol kesehatan, tetap di rumah, dan selalu pakai masker dimanapun kita berada. “Protokol kesehtan harga mati, tidak mematuhinya akan dberujung sanksi atau nyawa anda, orangtua, anak dan keluarga anda sendiri. Tetap bersatu melawan covid-19, semoga Tuhan melindungi dan menyehatkan seluruh bangsa Indonesia,” ungkapnya dalam Dialog Semangat Selasa di Media Center KPCPEN, Selasa (6/7/2021)

Ditambahkan Advisor Menko Manivest, Dr Damar Susilaradeya MRes PhD, peningkatan kasus yang sangat tinggi ini bisa dilihat dari laju kasus setiap harinya yang 3 kali lebih cepat penambahannya dibandingkan setelah natal tahun baru (nataru tahun lalu). “Satu disebabkan karena mobilitas tinggi pada saat Idul Fitri, tapi saat ini kita juga menghadapi apa yang dihadapi juga oleh negara lain, yaitu adanya varian baru, yaitu varian delta. Kita menghadapi suatu yang tidak biasa sehingga kita perlu satu tindakan yang tidak biasa juga untuk mengahadapi ini,” paparnya.

Persebaran kasus atau laju penularan atau yang biasa disebut transmisi komunitas ini, lanjut dia, memang sudah terjadi dimana-mana. “Mungkin orang kita kenal sudah terkena Covid juga. Jadi kalau kita bertemu orang, mungkin kita beranggapan orang ini sudah positif, atau mungkin diri kita sudah positif. Jadi memang seperti yang dialami negara-negara lain, kita pun harus menanggapinya dengan melaksanakan pembatasan sosial ini,” tukasnya.

Menurutnya, yang harus dilakukan supaya tidak tertular Covid-19 yaitu dengan melindungi diri sendiri dan orang lain, serta berlindung di rumah. “Jadi kalau ada satu kunci yang benar-benar kita bisa lakukan selama PPKM darurat ini, yaitu untuk kita berlindung di rumah, untuk kita sendiri. Terlebih lagi untuk orang-orang yang kita pedulikan, mereka yang lebih rentan, mungkin orang tua, yang memiliki resiko lebih tinggi untuk meninggal. Tapi kita banyak melihat orang-orang muda juga banyak yang meninggal. Jadi untuk itu, kita perlu saling melindungi dengan tinggal di rumah saja,” imbuhnya.

Disisi lain, Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan, penyekatan yang dilakukan pihak kepolisian telah mengacu pada aturan yang dibuat dalam PPKM darurat. “Tentunya masyarakat yang terpenting adalah memahami dulu apa itu PPKM darurat, apa itu sektor-sektor yang sudah ditentukan oleh PemErintah, yaitu sektor esensial dan sektor kritikal. Kemudian masyarakat setelah mengetahui dan mahami, tentunya harus mematuhi. Nah ini sebagaian masyarakat masih belum mengerti pemahaman PPKM darurat itu sendiri, ini terus terang saja,” jelasnya.

Ia melanjutkan, awalnya memang mungkin ada aparat juga yang belum jelas memahami mengenai PPKM darurat. Sehingga saat dilakukan penyekatan, ada yang menjadikan masyarakat komplain. “Ada rekan Jurnalis yang mengatakan kepada kami bahwa sempat tidak boleh lewat, padahal kan mereka ini salah satu sektor esensial. Nah itu artinya aparat pun ada satu dua yang belum memahami, nah ini perlunya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu PPKM darurat. Apa saja kegiatan masyarakat yang telah ditentukan, kemudian tentang transportasi umum, tentang kegiatan masyarakt juga. Ketika sudah mengetahui, nah disitulah pentingnya pemahaman tersebut,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga menyampaikan bahwa Polri POLRI telah menggelar operasi yang dinamakan “AMAN NUSA II” dengan 4 tujuan. Yakni pertama adalah penanganan penyebaran covid-19 terkait dengan kegiatan PPKM darurat. Kedua, pengamanan dan pengawalan distribusi vaksin covid-19. Ketiga, pengamanan pelaksanaan vaksin itu sendiri. Sedangkan yang Ke-empat, penegakan hukum tindak pidana terkait covid-19 dimana ramai diperbincangakan banyak masyarakat yang melakukan penimbunan alat kesehatan sehingga muncul kelangkaan alkes di masyarakat. (yaz/yog)