Diduga Lakukan Pencabulan kepada Tiga Muridnya, Guru Ngaji di Singosari Dipolisikan

Pencabulan anak. (ilustrasi)

BACAMALANG.COM – Diduga melakukan pencabulan kepada 3 murid, guru ngaji Warga Desa Singosari, Kecamatan Singosari K(72) dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, belum lama ini.

Diketahui ketiga korban itu berinisial NAK (9), EYP (10), dan ACC (12). Perbuatan itu dilakukan oleh terduga pelaku dalam waktu yang berbeda.

“Mereka dicabuli dalam waktu yang berbeda. NAK dicabuli pada Januari 2023, EYP dicabuli pada Desember 2022, dan ACC pada akhir tahun 2021 hingga Januari 2022 lalu,” tandas Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Riski Saputro.

Pelaku sehari-hari adalah guru mengaji di kawasan setempat. Sementara ketiga korban yang dianiaya merupakan muridnya.

Modusnya, saat mengaji berlangsung, pelaku berpura-pura mendoai korban berinisial NAK, dengan cara dipegang kepala bagian selanjutnya memegang dada korban NAK, tangan pelaku masuk ke dalam baju korban, serta meremas payudaranya.

Karena takut, korban tidak memberikan perlawanan dan usai menjalankan aksi pelaku memberi korban uang Rp 2 ribu hingga 5 ribu.

Seiring berjalannya waktu kabar tersebar hingga ke Ketua RT setempat yang selanjutnya mendatangi pelaku ke rumahnya untuk klarifikasi, namun pelaku berkilah menyebut hal tersebut hanya fitnah.

Polisi masih meminta keterangan saksi dan korban total ada 6 yang diperiksa, (1 pelapor orang tua korban, 3 korban dan 2 saksi).

“Selanjutnya kami akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Pelaku terancam Pasal 82 Jo pasal 76 E UU No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta. (*/had)