Diduga Tertipu Perusahaan Kurir Ilegal di Kota Batu, Wanita ini Mengadu

Dari kiri : Suwito, Fari, dan Bahrul Ulum di Kantor Advokat Suwito Joyonegoro & Partners. (ist)

BACAMALANG.COM – Berawal dari dikenalkan saudaranya di gedung BLK Bumdes Pesanggrahan, Fari (39) perempuan asal Kota Malang ini merasa ditipu oleh ERM Pemuda pesanggrahan yang mengaku pemilik pusat jasa kurir yang bernama KL yang beralamat di Desa Pesanggrahan Kota Batu.

“Klien kami ini merasa tertipu oleh pemuda asal Pesanggrahan Kota Batu yang bernama ERM karena pekerjaan yang dijanjikan bisa menghasilkan jumlah besar sama sekali tidak terbukti, bahkan klien kami ini malah tekor, “ ungkap Bahrul Ulum di Kantor Advokat Suwito Joyonegoro, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, kliennya ini tidak mendapatkan hasil seperti dijanjikan. Justru malah menambah memenuhi kebutuhan pekerjaannya itu dengan uang pribadi. “ Fari, klien kami itu malah mengeluarkan dana dari saku pribadinya untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan kurirnya tersebut,“ papar Bahrul Ulum.

Dari awal, kata Advokat berdarah Madura ini, kliennya diyakinkan dengan program-program perusahaannya yang sangat menggiurkan. Profil ERM yang dulu mengaku pengusaha sukses yang bangkrut dan sekarang bisnis recehan yaitu KL ini,  menjanjikan modal bisa kembali dalam jangka waktu tiga (3) bulan, dan mengaku perusahaan ini bisa besar dan lain sebagainya, sehingga membuat kliennya tergiur.

Tidak sampai disitu, advokat yang akrab disapa Ulum ini, karena yakin program-program menggiurkan tersebut, kliennya sampai mengajak temannya yang domisili Tangerang untuk membuka KL ini untuk wilayah Kepanjen. “Sedangkan klien kami ini wilayah Kota Malang,” imbuhnya.

Anehnya, jelas Advokat Peradi RBA Malang ini, kliennya tidak boleh membuat atribut jaket perusahaan KL, banner tidak boleh di pasang didepan kantor, dan lain sebagainya. “Sehingga klien kami merasa kesulitan promosikan secara umum kepada calon-calon customer yang berdampak penghasilan yang tidak maksimal,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Suwito keheranan dengan perusahaan kurir  yang di kelola ERM yang mengaku sebagai owner tersebut, karena diduga perusahaan kurir KL itu belum mempunyai ijin.

“Kami menduga jika perusahaan kurir yang dikelolah oleh ERM ilegal, mengapa demikian, karena kantor KL yang di Malang Kota yang di kelola klien kami tidak boleh berkegiatan mencolok seperti membuat atribut pada jaket, banner pun yang seharusnya bisa open di depan kantor tidak diperbolehkan oleh ERM dan disuruh pasang didalam kantor yang nyaris tak seorangpun mengetahui dari luar kantor, banyak hal yang janggal dari penuturan klien kami tentang perusahaan ERM ini, ” pungkas Humas Malang Lawyer Club ini.