Digelar Virtual di Tengah Pandemi, Festival Musik Death Metal Disambut Antusias

Caption : Dedengkot death metal dalam sebuah jump sessions. (ist)

BACAMALANG.COM – Digelar secara virtual/ online di tengah pandemi, Festival Musik disambut antusias grup band bergenre Death Metal se-Malang Raya, baru-baru ini.

Peserta konser virtual ini adalah Band underground lintas genre, meliputi Grindcore, death metal, black metal, punk, hard core dan lain-lain.

“Warblood sebagai penyelenggara event berdiri tahun 2010 di Kota Malang,. Untuk eventnya sendiri (Festival Musik death metal) pertama kali dilaksanakan tahun 2011,” tegas owner Warblood, Aira.

“Saya memakai nama warblood karena banyak berita yang saya dengar waktu itu scene kalau istilahnya bahasa sekarang itu “group/kelompok/kumpulan yang ada di beberapa/banyak kota ini terkotak-kotak,” tuturnya.

“Tidak panjang lebar akhirnya Perang Darah ( Warblood ) event ini dilaksanakan. Dengan tujuan bahwa underground dalam dunia musik itu tidak hanya satu, tapi banyak sekali. Kalau untuk event warblood sendiri yang paling berkesan itu yang pertama dan yang ketiga,” katanya.

“Event yang pertama, ya karena eventnya berhasil. Untuk event yang ketiga, ini saya ingat betul ada salah satu personil band tertua yang ada di Kota Malang ini mengatakan bahwa scene/kelompok yang ada di kota ini tidak akan bisa disatukan,” imbuhnya.

“Saya mencoba patahkan statemen tersebut, akhirnya sebagian besar (banyak) scene/kelompok itu saya undang untuk bermain di event warblood yang ketiga. Hasilnya 100% aman sentosa. No fight, no racism, semua berbaur jadi satu,” tukasnya.

“Untuk di masa pandemi sekarang untuk membuat event musik sangat sulit dalam segi perijinan, apalagi masalah mengundang massa, akhirnya saya sendiri dibantu teman-teman underground lainnya membuat ide untuk menjembatani ini semua. Yaitu sesi talkshow dan live session yang bisa ditayangkan di social media seperti youtube, instagram, ataupun yang lain. Ya saya tidak memungkiri mungkin sudah banyak yang seperti itu di kota-kota lain,” terangnya.

” Yang live session diadakan kemarin secara daring mengingat ada PPKM. Tidak ada kegiatan massa dan berkerumun. Tayang di portal youtube INVASION RIVAL. Ada 4 band yang mengikuti acara ini, Vomiting Intestine (psrn), DeadFaint (psrn), Intracranial Parasite (Batu), Incarnated (Malang),” jelasnya.

“Secara garis besar, Road to WAR BLOOD FEST 9 ini mengenalkan pada publik secara visual performa para band musik underground/keras,” imbuhnya.

“Dari history mereka berdiri, apa saja yang sudah dicapai mulai dari awal sampai sekarang dan tidak lupa menyuguhkan live session dari band mereka sendiri untuk menunjukkan karyanya,” ungkapnya.

“Untuk para band/yang berkarya dalam musik underground” Stay Your Movement, No Sound You Die, No Move You Die,” katanya menyemangati.

“Untuk acara selanjut nya road to war blood fest 10, akan di adakan lagi pulang ke malang. InsyAllah antara Bulan Agustus/September. Dan buat para penggemar musik keras, jangkaukan lebih luas kepada yang lain untuk mengenalkan mereka, nikmati. Seolah-olah mereka itu adalah dirimu,” pungkasnya. (had)