Digifes BI Ngalam 2022 Dibuka dengan Talkshow, Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Digitalisasi

Talkshow Digifes BI Ngalam 2022 di Malang Town Square. (why)

BACAMALANG.COM – Sebagai upaya peningkatan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mempersembahkan Digital Festival Bank Indonesia Malang (Digifes BI Ngalam) 2022. Acara ini berlangsung selama lima hari ini, mulai tanggal 8 hingga 12 Juni 2022 di Grand Hall Malang Town Square.

Festival ini secara resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Malang Samsun Hadi. Diawali dengan talkshow bertema “Sinergi dan Bangkit Bersama Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Melalui Digitalisasi”. Menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Anggota Komisi XI DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M., Walikota Batu Ibu Hj. Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si., Distrik Manajer LinkAja sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan penerbit QRIS Henry Wahyu. Selain itu juga Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Arya Rangga, serta artis Cinta Laura yang juga Founder Soekarseno Foundation dan Puella ID.

Dalam talkshow ini, Arya memaparkan terkait Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019, dimana QRIS menjadi salah satu inisiatif dalam BSPI 2025 tersebut.

Berbicara soal QRIS, Distrik Manajer LinkAja Henry juga menyampaikan terkait perkembangan pengguna QRIS baik secara nasional, di Jawa Timur, maupun di wilayah kerja Bank indonesia Malang.

Sedangkan dari sisi pemerintah daerah, Hj. Dra. Dewanti Rumpoko menyampaikan terkait peran digitalisasi di dalam lingkungan Pemerintah Kota Batu, mengingat Kota Batu merupakan salah satu Pemda yang mendapatkan predikat Pemda DIGITAL. Ia pun menceritakan bagaimana perjuangan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam meraih predikat tersebut.

Sementara itu, Cinta Laura yang merupakan representasi generasi milenial dan gen Z juga menjelaskan pandangannya terhadap digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam sistem pembayaran. Cinta juga membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan digitalisasi sistem pembayaran khususnya QRIS baik sebagai konsumen maupun selaku entrepreneur.

Terpisah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Cicilia Melly menyebut bahwa gelaran ini bertujuan sebagai salah satu media edukasi kepada masyarakat dan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap flagship kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) serta pre-event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022.

“Sebetulnya kegiatan ini program flagship Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan juga Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) 2022. Jadi kami disini mencoba terus mendorong supaya digitalisasi sistem pembayaran itu bisa semakin meluas di masyarakat, kita juga punya target di tahun ini 15 juta pengguna QRIS baru. Jadi ini kita salah satu event ini untuk mendorong hal tersebut,” bebernya.

Disinggung terkait kehadiran Cinta Laura, ia menyebut karena untuk mewakili kaum milenial dan kaum Z, dimana semuanya itu bertransaksi secara digital. “Cinta Laura ini sebagai entrepreneur juga sudah membuktikan penggunaan QRIS baik sebagai customer maupun dia juga sebagai merchantnya. Tadi dia bilang di cafenya dia menggunakan QRIS,” terang Cicilia Melly.

Tentang kemudahan QRIS, Cicilia Melly menerangkan jika aplikasi tersebut dapat menerima pembayaran dari semua model digital payment. “Dulu kita punya banyak barcode misalnya kita cuman punya dompet elektronik OVO ya cuma bisa pakai barcodenya OVO, GoPay yang menggunakan barcode GoPay. Kalau QRIS merchant itu punya QR Code, itu kita bisa bayar pakai apa saja langsung scan dari handphone, mau punya OVO bisa, pakai DANA bisa, Link Aja bisa, atau misalnya aplikasi perbankan seperti BCA, BRI, Mandiri apapun bisa,” terangnya.

Pihaknya menegaskan akan terus mengedukasi mensosialiasikan terkait penggunaan QRIS ini, dalam mengedukasi dari sisi merchant UMKM maupun sebagai pengguna QRIS. Bank Indonesia pada tahun lalu bahkan menargetkan 12 juta merchant pengguna QRIS. Sedangkan pada tahun ini, menargetkan sejumlah 15 juta pengguna. Untuk diketahui, Bank Indonesia Malang saat ini mencatat pengguna aplikasi QRIS pada bulan April 2022 wilayah Jawa Timur mencapai 2.409.063 orang dan di Kota Malang ada 389.023 merchant, yang hingga saat ini masih terus bertambah. (why)