Dikukuhkan Sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman (kiri), didampingi Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo sesaat sebelum pengukuhan Kepala Perwakilan BI Malang di Grand Mercure Hotel, Senin (21/3/2022). Mengiringi di belakang dari kiri Samsun Hadi, yang menggantikan Azka Subhan (tengah) yang berbincang dengan Wali Kota Sutiaji. (ned)

BACAMALANG.COM – Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan agenda pelantikan dan serah terima jabatan yang telah dilakukan pada 18 Januari 2022 lalu oleh Gubernur BI kepada 39 pimpinan satuan kerja di BI baik di kantor pusat maupun di kantor perwakilan dalam dan luar negeri, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menggelar Upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan dari Azka Subhan kepada Samsun Hadi, Senin (21/3/2022). Pengukuhan yang dihelat secara hybrid di Grand Mercure Hotel Malang ini dipimpin Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman.

Usai prosesi, Samsun Hadi menuturkan dirinya sebagai pimpinan yang baru akan meneruskan apa yang sudah digariskan Deputi Gubernur BI. “Program strategisnya sudah jelas, yakni bagaimana kita mendorong pertumbuhan ekonomi secara sehat dari pusat hingga daerah,” ujarnya usai dikukuhkan.

Mantan Kepala Perwakilan BI Purwokerto ini menjelaskan, BI juga akan memfasilitasi segala aspek yang diperlukan untuk pengembangan ekonomi kreatif di Malang Raya. “Ke depan potensinya sangat besar, mengingat Malang dengan 62 perguruan tinggi akan menghasilkan lulusan yang harus difasilitasi kesempatan kerjanya, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” papar Samsun.

Jajaran forkopimda Kota Malang, di antaranya Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, S.H., M.Han saat memberi ucapan selamat kepada Kepala Perwakilan BI Malang Samsun Hadi. (ist)

Sementara Wali Kota Sutiaji berharap kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang akan dapat terus mempertahankan kerjasama dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Kota Malang. “Kuatnya kolaborasi tersebut dapat mendorong kemandirian ekonomi daerah, dengan fiskal yang semakin kita kuatkan, dengan harapan ketergantungan daerah kepada pusat, pelan tapi pasti dapat berkurang,” ujarnya.

Sutiaji mengaskan pentingnya kerjasama lintas komunitas, yakni sinergi hexahelix, termasuk perbankan yang menjadi komunitas tersendiri dalam kolaborasi ini. Apalagi salah satu fokus program Pemkot Malang yang sedang dijalankan adalah meningkatkan industri ekonomi kreatif, yang didukung dengan komunitas-komunitas anak muda sebagai wirausahawan serta pelaku industri kreatif baik konvensional maupun yang sudah menjadi start-up e-commerce. “Saat ini sedang didirikan MCC (Malang Creative Center), sebuah tempat inkubasi yang akan menjadi pusat aktivitas dan pusat interaksi para pelaku ekonomi kreatif potensial untuk saling berkolaborasi, sehingga besar harapan kami, seluruh stakeholders termasuk BI dapat senantiasa mendukung,” imbuhnya.

Penguatan ekonomi kreatif ini, sambung Sutiaji, diharapkan dapat menurunkan pengangguran terbuka serta menekan angka gini rasio dan angka kemiskinan di Kota Malang. “Harapannya pengangguran terbuka tidak lagi menjadi beban negara, karena dibantu banyak munculnya start up di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya.

Wali Kota Sutiaji juga memberikan apresiasi kepada Azka Subhan atas kerja sama dan kolaborasi yang telah dilakukan selama menjabat. “Dukungan yang sudah diberikan Azka Subhan sebagai Kepala Perwakilan BI Malang selama ini sangat luar biasa, dengan memberi literasi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat tentang optimalisasi pendapatan, optimalisasi sektor dan keberlangsungan UMKM,” tandasnya.

Pengukuhan dengan protokol kesehatan ketat ini juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi XI Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM., jajaran forkopimda Kota Malang, di antaranya Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, S.H., M.Han, Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto, SIK, M.Si, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Kepala OJK Sugiarto Kasmuri serta jajaran pejabat terkait. (ned/lis)