Dinilai Inovatif dan Brilian, DPRD Beri Sokongan Dispangtan Kota Malang

Foto: Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika. (ist)

BACAMALANG.COM – Dinilai mempunyai ide inovatif dan brilian, DPRD Kota Malang memberikan sokongan dan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mewujudkan ketahanan pangan.

“Dispangtan mempunyai ide inovatif dan brilian. Kami akan kawal terus kebutuhan Dispangtan nantinya. Sehingga proposal-proposal yang diajukan dan inovasi yang dilakukan bisa terakomodir dengan baik,” ujar Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika SE.

Seperti diketahui, ragam ide dan inovasi Dispangtan Kota Malang di bawah komando Ir Ade Herawanto MT, mendapat apresiasi dan sokongan dari DPRD Kota Malang.

Menurutnya, terkait kebutuhan Dispangtan, pihak Komisi B sudah memperdalam dan mengkaji secara khusus.

“Kemungkinan masuknya semua program-program baru dari Pak Ade itu nantinya akan bisa dirancang di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan,red). Karena kalau dengan anggaran yang sekarang, mungkin tidak semua program inovatifnya bisa terealisasi,” terang Made.

Politisi PDIP ini menambahkan, sebaik apapun program harus diimbangi dengan postur anggaran yang kuat sehingga bisa berjalan.

“Tapi sebanyak apapun anggaran tanpa program yang jelas tidak akan berjalan. Begitu pula jika program bagus, tapi tidak ada anggaran. Disini fungsi pengawasan akan kita terapkan. Saya selaku Ketua DPRD dan selaku ketua banggar, akan kawal kegiatan apa yang akan dilakukan termasuk melakukan pengawasan,” imbuhnya.

Keseriusan ditunjukkannya dengan hadir langsung ke pembukaan Pekan Ketahanan Pangan Kota Malang yang digelar di Hotel Tugu, Senin (22/3/21).

“Hadir ke sana adalah termasuk upaya saya untuk melihat siapa saja yang diundang, lalu siapa yang memanfaatkan pokok-pokok pikiran DPRD yang sebentar lagi akan bergulir,” tandasnya.

Memback up Urban Farming

Secara khusus, pihaknya berkomitmen memback-up program-program Dispangtan, termasuk Urban Farming Arema. “Semangatnya yang luar biasa, harus saling support. Yakni menghadapi kesulitan ekonomi di masa pandemi dan Urban Farming Arema diharapkan bisa menjadi solusi penguatan masyarakat,” tukas Made.

Terobosoan program ketahanan pangan diapresiasi oleh Ketua DPRD Kota Malang setelah sempat hearing bersama Komisi B DPRD Kota Malang, Kepala Dispangtan, Ade Herawanto, langsung menjalankan berbagai gebrakan program andalan.

“Secara garis besar, kami DPRD kota Malang sangat mengapresiasi dan mendukung terobosan baru yang dilakukan oleh Pak Ade, selaku Kadispangtan yang baru. Program ini memiliki semangat keseimbangan antara pemulihan ekonomi di masa pandemi dengan penanganan korban Covid-19,” kata Made.

Ia menuturkan, lahan di Kota Malang sudah tidak begitu banyak. Sehingga, program Urban Farming ini harus benar-benar pas diterapkan.

“Apalagi saat ini kita masih ketergantungan dengan impor beras. Itu harus dikurangi. Saya rasa kalau semua kota dan kabupaten melakukan terobosan baru, kita tidak akan tergantung lagi sama importir beras,” tambahnya.

Meski begitu, Made menekankan bahwa melakukan suatu hal harus mulai dari yang kecil dahulu. Dimulai dari ketahanan pangan keluarga, kalau sudah tercapai secara otomatis akan muncul keluarga mandiri yang mampu menghasilkan produk-produk yang bukan saja untuk konsumsi tapi juga menghasilkan penambahan dari segi pendapatan ekonomi.

“Disini dibutuhkan kerjasama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Oke, mungkin Dispangtan bagian produksi, lalu Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) menindaklanjuti untuk pemasaran,” pungkasnya. (*)