Dipasok dari Medaeng, Pria Gadang Edarkan Sabu di Kepanjen

Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo saat meminta keterangan tersangka di Polsek Kepanjen (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Polsek Kepanjen meringkus pengedar narkotika jenis sabu. Tersangka Abdul Rohim warga Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang mengaku dapat pasokan barang dari Rutan Kelas I Surabaya Medaeng.

Pria 41 tahun kemudian mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Kota Kepanjen.

“Tersangka ini sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil box. Dia edarkan di kalangan sesama sopir. Dia dapat dari Medaeng,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo, Kamis (11/2/2021)

Sudah dua kali Rohim mendapat pasokan sabu dari Medaeng. Pertama, dia mendapat sabu 2 gram dengan harga Rp 1,9 juta. Kedua, dia mendapat 4,5 gram sabu dengan harga Rp 4,5 juta.

Namun, belum sempat mengedarkan barang setan dari transaksi kedua itu, Rohim keburu diciduk polisi. “Jualnya di ecer ke teman-temannya yang memerlukan. Transaksi pertama dia dapat untung Rp 5 juta, kemudian dibuat beli lagi. Dia ditangkap di Dawuhan Kepanjen, waktu transaksi di jalan,” ucap Yatmo.

Tersangka Rohim sendiri merupakan residivis. Rohim pernah mendekam di Medaeng dengan kasus yang sama. Dijelaskannya pula soal pasokan barang dari dalam rutan itu.

“Saya dulu di Medaeng. Saya dari Andik di Medaeng. Saya transfer, kemudian di ranjau di Suhat (Sukarno-Hatta Kota Malang, red) dan Karangploso. Ambilnya malam. Cuma dua kali ini,” ujar Rohim.

Selain jadi pengedar, Rohim juga mengkonsumsi sendiri barang haram tersebut. “Kalau makai sudah lama, 9 tahun. Ya enak. Efeknya gak bisa tidur, maunya gerak terus,” tuturnya. (mid/yog)