Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Beri Apresiasi KCF

Caption : Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Desa PDTT. Ir. Harlina Sulistyorini., M.Si. (ist)

BACAMALANG.COM – Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Desa PDTT. Ir. Harlina Sulistyorini., M.Si memberikan apresiasi atas konsistensi terselenggaranya Kampung Cempluk Festival (KCF).

Menurut Harlina, Kampung cempluk menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk selalu kreatif pada kondisi apapun. Terbukti meskipun ditengah pandemi Kampung Cempluk tetap menyelenggarakan acara KCF yang bernuansa kekompakan hingga tahun ke-11.

“SDM di Kampung Cempluk menjadi salah satu percontohan dengan melibatkan kapasitas kaum muda, generasi milenial, pada pembangunan desa,” tukasnya.

Kampung Cempluk bisa dijadikan replikasi bagi desa lain di Indonesia, dengan memanfaatkan seluruh potensi, baik dari sisi kebudayaan, tradisi dan kearifan lokal yang dibaurkan dengan teknologi.

Dengan terselenggarakannya festival ini diharapkan akan memotivasi desa-desa lain agar menjadi desa mandiri dan berdaya saing.

Penyelenggaraan KCF merupakan upaya pelestarian adat dan tradisi budaya yang inovatif serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, terutama karang taruna.

Generasi muda yang kreatif dapat memunculkan keunikan desa yang menjadi salah satu kunci pembangunan desa berkelanjutan, sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs Desa).

Pembangunan dan modernisasi selalu diupayakan untuk kemajuan Kampung Cempluk. Kekuatan Kampung Cempluk yang diperoleh dengan cara menggali potensi dari sisi budaya dan pendidikan.

Saat ini, warga Kampung Cempluk minimal berpendidikan SMA, dalam proses pembangunan berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya dan menggaet desa-desa lain di sekitar kampus menjadi kampung tangguh.

Strategi berikutnya, seluruh mahasiswa pendatang yang masuk pada Kampung Cempluk diajak berpartisipasi melalui wadah karang taruna.

Sehingga seluruh generasi muda yang masuk di Kampung Cempluk melebur ke masyarakat dan mengikuti seluruh proses pembangunan desa.

Seperti diketahui, Kampung Cempluk Festival merupakan ruang bagi masyarakat desa untuk merayakan hari kemerdekaan dalam berbudaya.

Dusun Sumber Rejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang telah membuktikan bahwa peran generasi muda dan regenerasi dalam pembangunan desa bisa membawa kampung untuk lebih maju dan eksis hingga tahun ke -11.

Kampung Cempluk Festival (KCF) ke-11 terselenggara yang diawali dengan acara obrolan kampung – saling silang ide.

Tema yang diambil dari acara ini adalah meluaskan pandangan serta mempertajam pikiran yang menghadirkan Ir. Harlina Sulistyorini., M.Si sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Desa PDTT.

Hadir pula Prof Melani Budianta, selaku Guru Besar Culture Studies dari Universitas Indonesia, Drs. Dwi Cahyono M.Hum. seorang sejarawan, dan Dr. Mangku Purnomo, Akademisi dari Universitas Brawijaya yang di pandu oleh moderator Istikha Rahmanita.

Tradisi KCF ini dapat menjadikan kampung kecil di Kabupaten Malang untuk Indonesia, hingga go Internasional.

Tujuan KCF ke 11 ini, secara umum adalah untuk memberikan motivasi untuk tetap kreatif dan inovatif bagi desa-desa di Indonesia selama pandemi COVID-19 masih berlangsung.(had)