Disbudpar Jatim Gelar Pelatihan Pemandu Outbound

Caption : Peserta antusias ikut pelatihan. (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya mengantisipasi kebutuhan pemandu wisata di sisi wisata minat khusus pasca melandainya pandemi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari Provider Outbound di Jawa Timur.

Seperti diketahui, dalam masa pandemi ini aspek pariwisata sangat terdampak, salah satunya adalah pemandu wisata buatan (outbond). Hal tersebut dikarenakan pola kegiatan wisata yang sebagian besar berubah menjadi model virtual.

Pelatihan ini diadakan Tanggal  28 – 30 September 2021, bertempat di : Grand Whiz Hotel Trawas Jl. Raya Trawas, Desa Belik Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kadisbudpar Provinsi Jatim, Sinarto, S.Kar, MM. Dengan mengundang  narasumber yang sebagian besar adalah pemateri dan praktisi dari asosiasi outbond HPOI (Himpunan Provider Outbond Indonesia).

Dalam Pelatihan tersebut diberikan pemaparan Materi tentang Merencanakan Program dan Melaksanakan Pemanduan Kegiatan Rekreasi dan Pembelajaran oleh Chandra Arief Sukriyanto (IOX Outbound/ Wasekjend DPP HPOI).

Dihadirkan pula narasumber : Edi Kuncoro (Sedov Indonesia/ Sekbid Pembentukan dan Pembinaan DPC DPP HPOI). Sementara pada Hari II Rabu (29/9/2021) digelar Praktek Lapangan Pemanduan yang meliputi: Merencanakan kegiatan rekreasi dan pembelajaran hingga Praktik memandu kegiatan rekreasi dan pembelajaran dengan narasumber Alfa Rullyanto (Sinergy Enterprise/ Kabid Diklat DPP HPOI).

Selain itu, untuk Praktek Lapangan yakni Menangani Resiko Dalam Kegiatan dan Praktik menangani kondisi darurat, bersama narasumber Tezar Pungkas (Tunas outbound/ Sekbid Diklat Keahlian Khusus DPP HPOI).

Untuk Evaluasi terhadap praktik pemanduan outbound, dilakukan Hari III Kamis (30/9/2021). Yakni pemaparan Materi III Penyelenggaraan Kegiatan Wisata Outbound Pada Masa Penanganan Covid-19, menghadirkan narasumber Bobby Meidrie (Tranceformasi Indonesia/ Sekjend DPP HPOI).

“Harapan dari rekan-rekan outbond, bisa terselenggara lagi kegiatan ini, karena ada beberapa manfaat positif, salah satunya mereka mendapatkan sertifikat pelatihan dari dinas, yang itu bermanfaat sebagai dokumen pendukung dalam pengurusan perijinan usaha di JOSS (Jatim Online Single Submission),” terang Kasi Usaha Jasa Pariwisata,  Disbudpar Provinsi Jatim, Luky Nuraini Rosyidah, S. STP., MAP.

Bahkan, lanjut dia, dari beberapa peserta sempat mengaku karena dampak pandemi ini outbond tidak bisa berjalan. Sedangkan untuk pelaksanaan secara virtual, dinilai kurang memungkinkan.

“Kalau harapan kami, semua provider bisa memiliki perizinan usaha yang resmi. Kami dari dinas akan berusaha mendampingi sampai perizinan mereka keluar. Kami juga membentuk grup WA, untuk memperluas jaringan antar provider di Jawa Timur. Agar mereka bsisa lebih aktif sharing informasi dan lebih update tentang peraturan dan keadaan terkini tentang outbond,” urainya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut, para peserta cukup antusias. “Mungkin karena lama para provider tidak melaksanakan kegiatan diluar. Jadi kegiatan kemarin menjadi seperti ajang reuni, refreshing, memperluas jaringan, tapi berbonus sertifikat dari dinas untuk kelengkapan pengurusan perizinan usaha di JOSS,” pungkasnya. (had)