Dispangtan Gelar Rakor Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Ini Hasilnya

Foto: Rakor penyaluran pupuk bersubsidi di kantor Dispangtan Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang mengadakan Rakor penyaluran pupuk bersubsidi di ruangan pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang Jl. Sarangan no 49 Kota Malang, Selasa (9/3/2021).

Rakor ini diikuti peserta meliputi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Komisi B DPRD Kota Malang, Distributor PT. Muncul Subur, Distributor KPTR Maju Bersama, Produsen PT. Petrokimia Gresik, KUD 45 Blimbing, KUD Subur Kedungkandang, Kios Pengecer CV. Pesona Tunggulwulung, Kios Pengecer Tani Mukti Sukun, Kios Pengecer Toko Rejeki Cemorokandang, Kio Pengecer Toko Anugrah tani Arjowinangun, Tim Verifikasi dan Validasi Tingkat Kecamatan dan BNI KCU Malang

Penyaluran sesuai e-RDKK

“Penyaluran pupuk bersubsidi di Kota Malang harus sesuai dengan e-RDKK dan untuk mengatasi kekurangan alokasi pupuk bersubsidi harus disesuaikan dengan SK Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang,” tegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang,
Malang, Ir Ade Herawanto MT.

Sam Ade panggilan akrabnya menuturkan, kebutuhan pupuk bersubsidi didasarkan pada rencana luas. Pupuk Bersubsidi diperuntukan bagi Petani yang telah bergabung dalam Kelompok Tani.

Selanjutnya Sam Ade memaparkan berbagai point penting. Ia menjelaskam, Kelompok Tani wajib menyusun e-RDKK sebagai berikut :

  1. Petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan/atau peternakan dengan luasan paling luas 2 (dua) hektare setiap musim tanam.
  2. Petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan pada PATB
    Penetapan Alokasi Pupuk Bersubsidi di Kota Malang Usulan kebutuhan pupuk dari kecamatan.
  3. Serapan pupuk tahun sebelumnya; dan Mengacu pada alokasi per kabupaten/kota yang ditetapkan Provinsi.
    Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsisi :
  4. Pupuk Urea : Rp. 2.250,-
  5. SP-36 : Rp. 2.400,-
  6. ZA : Rp. 1.700,-
  7. NPK : Rp. 2.300,p
  8. NPK Formula Khusus : Rp. 3.300,-
  9. Pupuk Organik Granule : Rp. 800,-
  10. Pupuk Organik Cair : Rp. 20.000,-
  11. Penyaluran Pupuk Bersubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perdagangan yang mengatur penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian (Perpres No 15 tahun 2011).
  12. Penyaluran Pupuk Bersubsidi dapat dilakukan dengan kartu tani (Sedang disusun Disrjen PSP Kementan RI).

“Penyaluran Pupuk Bersubsidi dilakukan Verifikasi dan Validasi oleh Tim VERVAL yang ditetapkan Kepala Dinas Kab./Kota. Pelaksanaan alokasi Pupuk Bersubsidi diselaraskan dengan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRA TANI),” tukas Sam Ade.

Mencegah penyalahgunaan

Sementara itu, Komisi B DPRD Kota Malang ( dalam hal ini disampaikan oleh Dr. Jose Rizal Joesoef, SE, MSi turut memberikan pemaparan.

Pembelian Pupuk Bersubsidi menggunakan Kartu Tani bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan harga pupuk bersubsidi yang sesuai HET pupuk sehingga penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan HET yang ditetapkan Pemerintah.

“Mekanisme Penyusunan e-RDKK dilakukan oleh petani melalui Kelompok Tani dan sesuai rekomendasi pemupukan dari Balai Penelitian yang terkait,” terang Dr. Jose Rizal Joesoef, SE, MSi.

Antusias, Diskusi, Tanya jawab

Peserta antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Muncul berbagai pertanyaan menarik. Diantaranya, dari KUD 45 Blimbing (Joko) menanyakan, beberapa Petani belum terdaftar di e-RDKK 7-8 orang. Bagaimana solusinya?. Jawaban : Sewaktu membuka aplikasi e-RDKK diharapkan dipersiapkan KTP dan kebutuhan pupuk yang akan diajukan, sewaktu-waktu aplikasi dibuka bisa langsung dimasukkan RDKK / SK tidak sama (pupuk ZA dan NPK).

Sementara perwakilan KUD SUbur menanyakan, bagaimana penyelesaian Petani mengalami kesulitan dalam penghafalan PIN Kartu Tani dan Pengisian Saldo Kartu Tani ? Jawaban : PIN bisa dikolektif dengan bantuan PPL dibutkan PIN sederhana dan di temple di Kartu Tani. Sedangkan pengisian saldo bisa dilakukan melalui agen.

Empat Point Kesimpulan

Sam Ade kembali menjelaskan, mengantisipasi terjadinya permasalahan pupuk bersubsidi di Kota Malang maka ada empat (4) point’ penting. Diantaranya :

  1. Perlu adanya tambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis (ZA, Phonska dan Organik Granule) di Kota Malang yang diperkirakan kurang pada akhir tahun 2021 dengan mengajukan permohonan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.
  2. Melakukan koordinasi dengan PT Petrokimia Gresik untuk menyediakan pupuk non subsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL), hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk subsidi petani/kelompok tani yang berdasarkan alokasi/e-RDKK sudah habis maka untuk memenuhi kebutuhan pupuk bisa menebus dengan menggunakan pupuk non subsidi sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk.
  3. Masih adanya petani yang belum mendapatkan Kartu Tani dan Kartu Tani yang belum terinjeck sehingga belum bisa digunakan untuk menebus pupuk bersubsidi, perlu koordinasi dengan Bank BNI untuk segera menerbitkan kartu tani.
  4. Membuat Surat ke BNI dengan tembusan ke Walikota Malang tentang Pendistribusian Kartu Tani tahun 2020 yang belum terambil oleh petani sebanyak 196 Kartu Tani untuk diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang. “Diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran sampai kepada petani / Kelompok Tani,” pungkas Sam Ade. (*/had)