Diversity & Inclusion Week 2022, Rangkaian Kampanye Ragam Perbedaan Dari Grand Mercure Malang Mirama

Talk show Diversity & Inclusion Week 2022 di Grand Mercure Malang Mirama, Jumat (17/6/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Salah satu kampanye yang digelar di seluruh properti Accor yang ada di seluruh dunia, termasuk salah satunya Grand Mercure Malang Mirama adalah Diversity & Inclusion Week 2022.

Kampanye ini berlangsung mulai dari tanggal 13 -19 Juni 2022, dengan 3 key topic, mulai dari Perbedaan Identitas, Keanekaragaman Etnis Budaya, dan Penyandang Disabilitas.

Salah satunya dalam berbagi cerita lewat Talk Show yang mengangkat tema tentang perbedaan identitas. Topik tersebut menghadirkan narasumber mulai dari internal hotel hingga eksternal yang memiliki latar belakang dan profesi yang berbeda.

Silvia Shinta Devi MMRS, seorang dokter umum di Singosari, Rully Saraswati dan Agustin, masing-masing Guest Experience Executive dan Cook dari Grand Mercure Malang Mirama bercerita pengalamannya, hingga bagaimana pandangan menjadi seorang perempuan dalam era masa kini untuk menyikapi adanya perbedaan identitas itu sendiri.

“Emansipasi adalah sebuah pengakuan profesionalisme dalam bekerja. Tenaga kesehatan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dalam hal pengembangan bakat dan keilmuan,” ungkap dokter Silvia di hadapan sejumlah undangan yang merupakan para wanita yang sebagian besar berkarir di bidang jurnalistik, Jumat (17/6/2022).

Di sisi lain, Rully Saraswati menganggap wanita yang  berkarier adalah ‘wonder woman’, karena harus bisa mengerjakan semua, baik di rumah maupun pekerjaan di luar.

“Inti dari sumber daya manusia adalah berhak mendapatkan ketrampilan, tanpa memandang latar belakang. Terkait stereotip di masyarakat kalau wanita bekerja syaratnya harus berpenampilan menarik, itu pada dasarnya adalah bagaimana merawat diri kita,” ujarnya.

Sementara Cook Agustin juga memandang tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan saat bekerja di bidang kuliner.
“Bekerja di bagian kitchen bukan pekerjaan yang ringan, tapi kita merasa sama karena dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.

Namun ketiganya sepakat bahwa kesetaraan ini tetap harus didukung keluarga maupun lingkungan, baik itu kerabat dan teman kerja.

General Manager Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi menuturkan, kegiatan ini sebelumnya dimulai dari mengundang para penyandang disabilitas serta rekan lainnya yang memiliki latar belakang yang berbeda, baik ras, suku, dan budaya untuk penanaman hidroponik di area hotel.

“Kampanye ini juga melibatkan instansi pemerintah terkait yakni Dinas Sosial Kota Malang serta pendamping dari Universitas Muhammadiyah Malang,” terangnya.

Sugito menambahkan, projek ini akan digelar sebagai agenda rutin, dan menjadi salah satu program penting dari hotel, yang diharapkan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kota Malang.

Sugito juga menjelaskan, lewat pelatihan kepada para peserta yang hadir, kegiatan penanaman hidroponik tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta banyak manfaat dari tanaman hidroponik itu sendiri. “Kami juga memberi bibit hidroponik kepada masing-masing peserta yang datang,” pungkasnya. (ned)