Doa Bersama di Masjid An Namiroh, Sampaikan Pentingnya Optimisme di Tengah Pandemi

Caption : Doa Bersama Jamaah Masjid An Namiroh. (ist)

BACAMALANG.COM – Peristiwa Hijrah Nabi SAW mengomunikasikan pesan tentang optimisme. Muslim diminta optimis meraih hasil atau situasi yang lebih baik dari sebelumnya, dan hijrah adalah sarana.

Tahun Baru 1 Muharam pun adalah tonggak optimisme seorang Muslim di berbagai bidang kehidupan. Demikian kutipan simpulan Redaksi Buletin An Namiroh Masjid Tegalgondo Perum IKIP Lowokwaru Kota Malang, berdasarkan pernyataan para narasumber.

Dr. H. M. Fauzi Said, mantan pengurus MUI Jatim bidang hukum, menyebut hijrah secara etimologi bermakna pindah. “Berdasarkan hadist shahih, hijrah adalah berpindah kepada yang lebih baik,” ungkap Dr Fauzi.

Dosen Ilmu Politik UB ini menjelaskan bahwa hijrah juga terjadi di dunia politik. “Hijrah dimaknai kepindahan seseorang dari satu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu partai ke partai lain. Yang biasa menghujat, hijrah nggak menghujat lagi,,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan H. Lukman Istoni, S.E, salah seorang Imam Masjid An Namiroh Tegalgondo. “Karena Hijrah itu secara harfiah berarti meninggalkan, seringkali Hijrah ini dimaknai sebagai perpindahan atau peralihan dari satu ke kondisi lain yang lebih baik,” kata H. Lukman.

KH. Mustofa Aqil, dalam sebuah video YouTube, menjelaskan bahwa peristiwa Hijrah bisa dimaknai sebagai ajaran Allah agar Nabi SAW tidak bersikap frontal melawan penguasa, meskipun penguasa Mekkah itu zalim.

Dibuka dengan Berdoa

Jamaah Masjid An Namiroh Tegalgondo rutin menyambut tahun baru Hijriyah 1 Muharam dengan berdoa tutup dan buka tahun.

Biasanya dilakukan bersamaan dengan dzikir setelah sembahyang Maghrib. Ba’da Magrib kemarin (Senin 9/8/2021), dipimpin Imam Drs. H. Rois Arifin, M.M, Dosen Universitas Islam Malang.

Doa (istighotsah) akhir dan awal tahun ini juga dilakukan Presiden dan Wapres RI bersama PBNU, Unisma, dan para kyai beserta habaib kemarin malam.

Menurut salah satu takmir masjid An Namiroh, H. Rachmat Kriyantono, PhD, doa bersama ini wujud kepercayaan bahwa Hijrah Nabi SAW menyimbolkan optimisme meraih yang lebih baik.

Berdoa adalah bentuk optimisme, yakni optimis Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik. “Optimisme adalah kekuatan doa. Optimisme akan muncul jika kita berprasangka baik kepada Gusti Allah Ingkang Dumadi. Nggak mungkin orang berdoa jika dia nggak optimis,” pungkas H. Rachmat, yang juga Dosen UB ini. (had)