Dr Riyanto: Kesadaran Plus “Ketakutan” Masyarakat Bantu Landaikan Kurva Pandemi Malang Raya

Caption : Dr Riyanto M Humaniora. (ist)

BACAMALANG.COM – Adanya pelandaian kurva pandemi Covid-19 di Malang Raya, dinilai oleh Akademisi UB (Universitas Brawijaya) sebagai refleksi tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan proteksi diri dengan menjalankan prokes (protokol kesehatan) ketat, ditambah dengan rasa ketakutan kehilangan nyawa, dari warga yang akhirnya bersedia divaksin.

Statement menarik dan kritis ini dilontarkan oleh Akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang,
Dr Riyanto M Humaniora, Kamis (16/9/2021), menanggapi perpanjangan PPKM di Malang Raya.

“Menurunnya zona terjadi atas kesadaran masyarakat dan tekat pemerintah untuk konsisten menerapkan prokes. Kesadaran masyarakat yang menyebabkan menurunnya level yang sekarang ini, banyak dipengaruhi ketakutan tingkat “kematian” yang luar biasa. Artinya, kerja pemerintah sebenarnya biasa-biasa saja, tidak banyak berubah. Dari awal, program pemerintah sudah sangat bagus,” terang pria yang juga Dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya ini.

“Pemerintah daerah pusat dan daerah harus menyiapkan vaksin lebih cepat.
Masyarakat sudah mulai ada kesadaran yang diselimuti ketakutan, untuk menjaga “nyawanya” agar tidak lepas,” ungkapnya antusias.

KOTA MALANG dan ANALOGI SUMUR

” Perbedaan level PPKM tentu sangat dipengaruhi cara berfikir masyarakat dan keseriusan pemda masing-masing,” tuturnya.

“Kota Malang masyarakatnya sangat responsif. Masing-masing kelompok berinisiatif mengadakan vaksinasi. Logikanya, level terus menurun.
Pertanyaannya, mengapa tetap tinggi ?
Kota Malang memang sangat padat lalu-lintas manusia. Ibarat sumur, terus digerojok dari segala penjuru,” imbuhnya.

“Pemerintah daerah rupanya harus lebih kreatif lagi. Kita bersyukur, dan semoga terus menurun,” tegasnya.

“Pandemi Covid-19 semoga segera reda, hidup berbarengan dengan meningkatnya kekuatan daya tahan masyarakat,” urainya.

” Diharapkan Corona menjadi virus biasa, layaknya demam karena menurunnya daya tahan itu. Cukup diatasi dengan makan cukup, tambah vitamin saja, ” tutup Riyanto. (had)