Dugaan Pelanggaran PPKM di Pantai Kondang Merak, Polisi Maraton Lakukan Pemeriksaan

Foto: Polres Malang panggil sejumlah saksi terkait pelanggaran PPKM. (ist)

BACAMALANG.COM – Terkait dugaan pelanggaran PPKM rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Polres Malang secara maraton melakukan pemeriksaan.

“Pemeriksaan terkait gowes ke pantai Kondang Merak. Tadi ada beberapa staff juga yang ikut diperiksa, 6 orang. Ada Staff dari Bappeda juga,” kata
Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Donny Sandito, Kamis (23/9).

Seperti diketahui, Satuan Reserse Kriminal Polres Malang terus memproses kasus dugaan rombongan gowes Wali Kota Malang yang masuk Pantai Kondang Merak di tengah PPKM Level 3, Minggu (19/9/2021) lalu.

Usai memeriksa Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pada Senin (20/9/2021) kemarin, Polres Malang kembali memanggil sejumlah orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kali ini, Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Donny Sandito, mendatangi Polres Malang untuk memenuhi panggilan Unit 1 Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Malang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Unit 1 Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Malang, Donny menjalani pemeriksaan bersama 10 Staff dari Pemkot Malang yang diduga ikut dan mengetahui acara gowes ke Pantai Kondang Merak.

Pemeriksaan ini guna melengkapi berkas laporan dari berbagai pihak atas acara gowes rombongan Walikota Malang, Sutiaji, yang nekat masuk Pantai Kondang Merak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, meski tempat wisata pantai itu ditutup total selama PPKM berlangsung.

Sebelum diperiksa, mereka harus menjalani Swab antigen lebih dulu. Apabila negatif atau non reaktif, proses pemeriksaan bisa dilakukan.

Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan ini.

Donny Sandito usai keluar ruang pemeriksaan mengatakan, dirinya diperiksa atas kasus rombongan gowes di Pantai Kondang Merak.

Donny menjelaskan, sebenarnya kedatangannya tersebut untuk meminta ijin karena beberapa staff tidak bisa datang sebab ada acara paripurna di Pemkot Malang dengan DPRD Kota Malang.

“Sebenarnya kami datang juga untuk meminta ijin tadi, karena hari ini kan ada paripurna. Tapi kebetulan ada Pak Ronny (Kanit 1 Tipidum-red) ya sekalian saja,” terangnya.

Donny mengaku, dalam pemeriksaan tersebut, dirinya diberi 20 pertanyaan yang diajukan penyidik, terkait acara gowes tersebut.

“Sekitar 20 pertanyaan tadi. Salah satunya tanya soal ijin gowes itu, tapi saya tidak tahu, Saya ikut gowes ini juga karena diajak teman-teman, ayo pak Donny ikut, ya kita ikut saja. Kalau besok yang diperiksa para Kabag dan Camat juga. Seharusnya hari ini, karena ada paripurna, ya sekalian kami mintakan ijin,” pungkasnya. (*/had)