Dukung PP Royalti Musik, Ahmad Basarah Minta Tak Menyasar Usaha Mikro

Foto: Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. (ist)

BACAMALANG.COM – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menilai dalam situasi pandemi segala sektor memang terdampak. Musisi menjadi salah satu pekerjaan yang paling merasakan dampaknya.

Sebab, mereka belum bisa menggelar konser, panggung hiburan vakum selama pandemi COVID-19 yang berjalan satu tahun lebih ini.

“Dengan kata lain, saya sebagai MPR RI komisi 10 Bidang Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata. Saya mendukung keputusan itu agar kafe-kafe yang beroperasi saat memutar lagu memberikan perhatian kepada penciptanya. Agar dunia industri hiburan kita terus bergeliat,” ujar Basarah.

Seperti diketahui, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah sepakat dengan Presiden Joko Widodo yang resmi menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik.

Tetapi peraturan itu dikhususkan untuk kafe berskala besar, pub, dan sebagainya alias tidak menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Tentu kebijakan itu tidak semua. Harus ada pertimbangan khusus lah. Jadi pertimbangan royalti itu tidak serta merta diberlakukan kepada usaha kafe yang sifatnya menengah kebawah (UMKM),” ujarnya di Malang, Kamis, 8 April 2021.

Ia mengatakan, dalam sebuah karya musik terdapat hak intelektual para musisi. Hal inilah yang harus diapresiasi bagi pelaku usaha yang memanfaatkan karya-karya musisi untuk kepentingan komersial. Sehingga MPR mendukung penuh kebijakan pemerintah ini.

Dikatakan Basarah, di sisi lain pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan kegiatan selama pandemi untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Hasilnya, sektor pariwisata terhenti meski kini perlahan bangkit. Persoalan lain, para musisi juga memiliki kebutuhan hidup.

“Hak cipta lagu itu menyangkut hak intelektual para musisi seniman dan lainnya. Yang terpaksa harus terganggu sosial ekonominya karena banyak sektor pariwisata yang terhenti. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan untuk membatasi tempat wisata dan hiburan. Persoalan lain musisi kita kan juga harus tetap hidup. Dia punya keluarga, dia punya tanggungan dan lainnya,” pungkasnya. (*/had)