Eksis 21 Tahun, Grup Band Inhumanity Kembali Gebrak Blantika Musik Tanah Air

Grup Band Inhumanity. (ist)

BACAMALANG.COM – Memasuki tahun 2022, pergerakan musik bawah tanah di Indonesia semakin ramai dan marak.

Mereka berasal dari berbagai daerah, putra-putri ibu pertiwi. yang tak pernah henti melahirkan karya yang  disajikan dalam bentuk rilisan album maupun single, salah satunya seperti Inhumanity.

Unit grindcore dari Sukabumi yang menjaga konsistensi di ranah skena underground tercatat sejak tahun 2001 lalu hingga sekarang.

Kabar terbaru datang dari Inhumanity band pionir Grindcore/ Death Metal asal Sukabumi, yang sedang memproses album ketiganya.

“Terhitung sudah 21 tahun Inhumanity terbentuk, mereka banyak menghasilkan karya baik berupa single, extended play album, full lenght album, dan sudah beberapa kali melakukan tour show band,” tegas Vocalist Inhumanity Fikka.

“Diantara regenerasi band-band Grindcore/ Death Metal Sukabumi yang sedang vakum, Inhumanity mencoba membangkitkan lagi gelora itu dengan membuat rilisan fisik yang akan rilis dalam waktu dekat dan diedarkan secara luas,” tambahnya.

Kegiatan Pra Produksi melibatkan semua sahabat Inhumanity, vokal, instrumen gitar, bass dan drum direkam dengan konsep todong yang lebih baik dan nyata (mixing and amp process) di Ears Pollution Studio Sukabumi dengan sound engineer Doni dan Bayu.

Penggarapan Mixing & Mastering dilakukan di Ears Pollution Studio Sukabumi oleh Doni. Baru – baru ini inhumanity telah menyiapkan album baru berjudul Mahsyar yang terdiri dari 13 lagu. Artwork cover album tersebut digarap oleh Hafidzjudin dan foto band digarap oleh Gusti Hoerul Anam.

“Ada 13 lagu yang akan dimuat dalam album Mahsyar implementasi lirik dari rasa marah, sedih dan kecewa termuat didalamnya, dipadukan dengan aransemen berat dilengkapi nuansa gelap yang tidak lagi generik dan akan membuat pendengar mereka mengeryitkan dahi sejenak jika mendengarkan estetika komposisi lagu dari setiap lagu di album ini,” urainya.

Eksplorasi dari berbagai elemen musik, Grindcore, Death Metal, Black Metal, Hardcore, Slamming Beatdown, menjadi referensi tanpa menghilangkan karakter yang telah mereka bangun selama ini.

Cover artwork digarap sahabat lama dari Inhumanity yaitu Hafidzjudin, artworker profesional ini melakukan 3 kali metode: sketching, inking dan digital drawing untuk album Mahsyar.

“Lalu ada photogpher Gusti Hoerul Imam dari BHL (Buruh Harian Lepas) yang dipercaya Inhumanity untuk menggarap band members photo,” jelasnya

Memasuki tahun 2022 Inhumanity siap menggebrak skena musik extreme mancanegara dengan alunan gerinda tanpa kompromi. No caption, this is grindcore, this is Inhumanity.

“Tahun 2022 ini adalah tahun dimana menjadi pendewasaan untuk Inhumanity dari segi musikalitas dan mereka akan memberikan suatu gebrakan untuk para pendengar musik extreme di mancanegara,” imbuhnya.

Dengan beat yang begitu cepat, agresif dan harmonis dan mereka dapat membangunkan gairah semangat untuk para pendengarnya,” tutup Fikka. (far/*/had)