Eksis 27 Tahun, Band Keramat Konsisten Suguhkan Death Metal

Caption : Band Keramat. (ist)

BACAMALANG.COM – Kota Malang tidak akan lepas dan habis dari hingar – bingar musisi cadas yang turut menghiasi sejak era 80 dan 90-an. Sebut saja Band Keramat, salah satu band veteran Death Metal Indonesia yang lahir dari kota pendidikan ini.

Keramat berdiri akhir tahun 1994 dan masih eksis juga konsisten di jalur Underground hingga sekarang. Tidak mudah untuk mempertahankan band hingga usia 27 Tahun tersebut. “Nama Keramat bisa diartikan sakral atau tempat yang di wingitkan. Aku dulu berfikir asik kayaknya kalau band dikasih nama Keramat, karena nama bisa membuat bandnya sendiri benar – benar sakral dan dapat soulnya dari nama Keramat. Dan nama Keramat juga mudah untuk diingat,” ujar Frontman Keramat Band, Inzar, Jumat (26/11/2021).

Di sepanjang perjalanan di musik cadas,. Keramat sendiri sudah meluncurkan beberapa album dan single. Diantaranya telah mengeluarkan album Approximate Death (confuse record) pada tahun 1997, Lost All Faith demo album 1999, Vomiting Hatred 2002 ( direleased rottrevore record ), Sorga Darah Nanah mini album pada tahun 2006, Gog and Magog single pada 2017, dan kompilasi Brutally Sickness tahun 2000.

Salah satu albumnya juga pernah didistribusikan di luar negeri pada album Vomiting Hatred Oficial distribute in europe by torsten oldenburg of sick n twisted record (Germany).

Keramat sekarang diisi oleh Inzaro vocal, Dodix Celax Bass, Saheri Mulia Guitar dan Joshua di sektor drum.
Disisi lain pergantian personil juga mewarnai perjalanan panjang veteran band death metal Indonesia ini.

Diantaranya Eko (Extreme Decay), Mahfud (ABRI TNI AU), Didhik (Sekarat), Mento (Delerium Carnage ), Johan (Gennital Giblet), Anton (Rotten Corpse ), Gobel (Rottennomicon), Hari gowang (Screaming Factor), Hendrik (Hellcore), Imam (Breath Of Despair), Nata (Rottennomicon) dan Satrio ( BPN).

Demi kemajuan skema musik Underground di Malang, Keramat Band berharap agar musisi Kota Malang dapat aktif dan semangat dalam berkarya dan erat menjaga konsistensi band.

“Malang punya sejarah menjadi barometer di Indonesia, Angkat nama kotamu dengan karyamu. Bangkit jatuhnya upaya, mengerti tentang arti pentingnya konsistensi kesetiaan, jiwa kesatria, dan Keluarga,” ujar Inzar saat ditemui media di Mabes Noblas Aura 13, Rusun Muharto (25/11/2021).

Di usia yang tidak muda lagi, band Keramat selalu mempunyai cerita unik dalam perjalanan undergroundnya. Salah satunya adalah kisah unik sekaligus inspiratif yaitu guyub rukun lintas skema mulai dari Metal, Grindcore, Hardcore, hingga Punk dalam wadah suatu agenda event musik cadas.

“Cerita unik Keramat pas manggung waktu itu di GOR Ganesha Batu, yang berpogo atau moshing melebur menjadi satu dari anak punk hingga metal. Waktu itu Malang guyub rukun musisi ya tidak ada blok atau sekat. Begitu pun pas main di Batam, punk, metal, dan hardcore guyub rukun moshing bareng. Setiap manggung punya cerita yang seru. Dan Keramat death metal kedepannya nanti akan tetap menghibur dan berkarya,” pungkas pria kelahiran Mbareng tersebut.

Bagi yang ingin bersilaturahmi dan mengetahui info lebih lengkap klik :

https://instagram.com/keramat_band?utm_medium=copy_link

https://www.facebook.com/profile.php?id=100063556817689. (Far)