Eksis di Tengah Pandemi, Peternak Lele Turen Jadi Sasaran Studi Banding Mahasiswa

Caption : Sekelompok mahasiswa melihat langsung ternak Lele milik Rodzi. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Banyak usaha gulung tikar selama pandemi, namun menariknya ada pula yang tetap eksis bertahan dan bisa membangkitkan roda perekonomian agar bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Berkat usaha ulet dan tekun, salah satu usaha ternak ikan Lele yang berada di Turen milik Ahmad Rodzi saat ini semakin berkembang dan maju.

Atas kesuksesan tersebut, sekelompok mahasiswa melakukan kunjungan untuk menimba ilmu secara langsung di lapangan terkait usaha peternakan Lele.

‘Pada Senin, 02 Agustus 2021 pukul 15.00, Kami kedatangan sekelompok mahasiswa yang ingin belajar tentang Lele,” tegas Ahmad Rodzi.

Ia menjelaskan beberapa mahasiswa tersebut meliputi : Nefi dari UI jurusan Filologi, Eko dari UTM jurusan ekonomi pembangunan, Musfiul dari UT jurusan teknik informatika, Hasna dan Mashafi dari UM (Universitas Negeri Malang) jurusan Geografi, Sofi dari UNIRA jurusan ilmu pemerintahan, dan Hadi dari jurusan perikanan.

“Tujuan kunjungan adalah studi banding mandiri tentang budidaya ikan air tawar yang efektif untuk pengembangan ekonomi kreatif di kala pandemi,”:terang pria yang juga KAHMI muda ini.

Mereka para mahasiswa menanyakan beragam hal terkait peternakan Lele. Salah satunya yaitu Nefi, menanyakan bagaimana cara cepat budidaya ikan ?. Bagaimana cara menekan kerugian ? (penanya Musfiul). Bagaimana cara mengatasi force majeournya, kondisi alam, air, bibit dan lingkungan sekitar (penanya Eko).

Hingga sekarang ia mempunyai 8 kolam Ikan Lele dengan total 10.000 ekor. Bibit Lele dibelinya dari peternak kampung sekitar.

Ia menceritakan, dulu ia mengeluarkan modal awal Rp 2.105.000. Kolam berada di Kauman Gg III Kelurahan Turen Kabupaten Malang. Di Turen ada total sekitar 47 peternak yang terbagi dalam 5 kelompok.

Ia mengatakan, alasan usaha ternak untuk mengimplementasikan visi misi bupati Malang (Abah Sanusi) yang ingin membangkitkan kekuatan ekonomi di sektor pertanian dan perikanan, mengedukasi masyarakat untuk gemar makan ikan dengan harga terjangkau dan ikannya sehat menyehatkan, serta merealisasikan misi Presiden (Joko Widodo) untuk pemulihan ekonomi nasional walaupun usaha saya skalanya masih lokal.

Ia menjelaskan memulai usaha Lele, sejak awal tahun 2021. Ia mengungkapkan untuk omset jika sesuai target dapat omset minimal Rp 750.000/1000 ekor. Lele bisa dipanen setelah umur 2 bulan.

Terkait penjualan ia mengaku menjual langsung ke konsumen dengan quality service system.

Sementara untuk kendala ternak lele, untuk saat ini hanya di permodalan untuk pengembangan.
Solusi kendala adalah mencari dan meyakinkan investor untuk bekerjasama di sektor perikanan air tawar darat ini.

“Harapannya, semoga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah selaku pemangku kebijakan, semoga pemuda segera melek usaha/berwirausaha dengan kreatif dan inovatif agar bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lebih-lebih dalam kondisi pandemi saat ini,” pungkasnya. (had)