Enjoy-Inspiratif, Pelatihan Batik Shibori Guru PAUD Sumberpucung

Caption : Pelatihan Batik Shibori guru PAUD. (ist)

BACAMALANG.COM – Memanfaatkan waktu luang di tengah pandemi bisa dilakukan dengan kegiatan enjoy-Inspiratif.

Utamanya bagi Ibu-ibu yang sehari-hari menjadi pendidik anak-anak PAUD membutuhkan ketrampilan untuk mengisi waktu dengan kegiatan rekreatif dan menghasilkan uang.

“Kami menggelar kegiatan Pelatihan membatik teknik Shibori. Yaitu dalam rangka Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD Melalui Pelatihan Membatik Shibori Kecamatan Sumberpucung,” tegas owner PAUD PKK KB AL-IKHSAN Desa Panggungrejo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Eni Wahyoeti, S. Pd, selaku pelatih dalam kegiatan ini, Kamis (11/3/2021).

Kegiatan ini merupakan prakarsa PKG PAUD Kecamatan Sumberpucung. Ia mengatakan, berdasarkan dua penawaran teknik membatik Shibori yang diajukan, akhirnya peserta memilih dengan tehnik lipat (Ikat) dengan kelereng.

“Peserta saya tawari shibori tehnik lipat atau dengan media kelereng/jumput. Akhirnya Peserta memilih dengan teknik lipat. Alasannya lebih mudah bagi peserta Pemula,” terangnya.

Pelatihan diadakan bertempat di Taman Wisata Lahor Karangkates. “Tujuan kegiatan adalah untuk Menumbuhkan jiwa enterpreneur kepada pendidik PAUD di musim pandemi,” paparnya.

Kegiatan melibatkan berbagai pihak. Yakni IGTKI , HIMPAUDI Kecamatan Sumberpucung. ” Kegiatan ini dikemas dalam kegiatan PKG PAUD Kecamatan Sumberpucung. Saya juga dibantu oleh Bu Rusdiana Eko Pratiwi, Bu Anik Pangestu dan Bu Dwi Astutik,” ungkapnya.

Menariknya, dalam kegiatan ini juga dikunjungi oleh Kepala Puskesmas selaku penanggung jawab gugus Covid Sumberpucung.

Kapolsek dan pemangku kebijakan Dinas Pendidikan Kecamatan Sumberpucung Korwil Mujais, Penilik PAUD Taman dan Pengawas TK Tu’ini juga turut berkunjung.

Banyak peminat, menambah penghasilan

Peserta adalah semua guru PAUD Se- Kecamatan Sumberpucung. Yang kali ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing lembaga KB & TK 1 maksimal 2 orang. Jumlah total peserta 71 orang.

Peserta sangat antusias dengan ilmu yang didapat. Bahkan banyak dari KS (Kepala Sekolah) beberapa lembaga berminat diajari langsung ke lembaga masing-masing.

Bahan-bahan yang dipergunakan yakni kain jenis Katun Prima Primisima, pewarna jenis Remazol (yang cenderung ke warna cerah sesuai) dan Waterglas yang gunanya untuk fixaxi pewarnaan.

“Bahan dan alat yang dipergunakan
langsung saya impor dari Yogyakarta.
Untuk hasilnya harapannya untuk semua peserta ilmu yang didapat kemarin bisa dikembangkan di lembaga masing-masing sebagai seragam lembaga. Juga bisa dibuat sebagai acara Parenting di lembaga yang dilakukan oleh orangtua yang mana hasilnya untuk seragam anak-anak di lembaga,” tukasnya.

Ia mengatakan, disamping itu harapannya dengan menggali jiwa enterpreneur masing-masing peserta bisa lebih mengembangkan potensinya. Sehingga hasilnya bisa dijual dan bisa menambah pendapatan di masa pandemi.

“Seperti saya contohnya. Bikin setelah jadi terus saya pajang di story. Dan alhamdulillah ada yang minat dan langsung dibeli,” imbuhnya.

Ia mempunyai harapan untuk peserta, bisa dikembangkan hasil pelatihan kemarin. “Untuk saya pribadi saya akan terus belajar dengan tehnik yang lainnya agar potensi yang sudah ada dalam diri saya lebih bisa terasah dan berkembang sesuai perubahan jaman,” jelasnya.

Ia menuturkan, karena dinilai sukses, maka akan digelar acara serupa dalam waktu dekat. “Alhamdulillah acara kemarin dianggap sukses dan berhasil dengan memuaskan. Besok diadakan di Kromengan. Melatih guru-guru dibawah naungan PKBM di Kromengan,” pungkasnya. (had)