FEB UWG Gelar Widyagama Nasional Conference on Economic and Business (WNCEB)

Caption : FEB UWG gelar Widyagama Nasional Conference on Economic and Business (WNCEB). (ist)

BACAMALANG.COM – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyagama Malang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM), punya gawe yakni : Widyagama National Conference on Economic and Business (WNCEB) 2021 bertajuk : Strategi Revitalisasi UMKM dengan Digital Marketing di Masa Pandemi Covid-19, yang digelar Sabtu (6/11/2021).

Kegiatan ini diprakasai oleh Dra. Dharmayanti P.H. MM. selaku Ketua Pelaksana. Kegiatan WNCEB terdiri dari kegiatan webinar nasional dan call for paper.

Selain itu, acara WNCEB bekerjasama dengan Forum Manajemen Indonesia Kordinator Wilayah Surabaya, Asosiasi Peneliti Manajemen Adat Indonesia dan media partner: Inspire Group, Station Malang, indiekraf, Antar-Desa, dan Malang Creative Fusion.

Tidak ketinggalan pada acara webinar pemateri-pemateri sangat luar biasa, diantaranya: Menteri Koperasi dan UMKM : Drs. Teten Masduki yang diwakili oleh Rulli Nuryanto selaku Staf ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro; Ketua Umum Pusat Forum Manajemen Indonesia : Sri Gunawan, DBA; CEO PT Pasar Antardesa Indonesia : Tritan Saputra; dan Dosen Pascasarjana UWG: Dr. Rahayu Puji Suci, SE., MM.

Acara Webinar dihadiri 500 peserta, sedangkan call for paper diikuti oleh 106 peserta termasuk co-host dari berbagai universitas.

Diantaranya: Universitas Mahasaraswati Denpasar, STIE Bina Karya Tebing Tinggi, ASIA Malang, Universitas Batang Hari, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan, Universitas Pattimura, Universitas IBA Palembang, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Medan, STMIK Pringsewu, Universitas Pancasila, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Bengkulu, dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

PEMATERI HANDAL

Dr. Rahayu Puji Suci SE. MM membawakan materi berjudul : Peranan Teknologi dan informasi untuk Penguatan Sistem Pemasaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur Selama Pandemi COVID-19.

“Adanya pandemi COVID-19 memberikan dampak pada sektor ekonomi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Salah satu dampak yang terjadi adalah penurunan penjualan disebabkan oleh konsumen yang beralih market. Inovasi sikap pebisnis UMKM dalam menghadapi pandemi, salah satunya menerapkan strategi pemasaran melalui digital marketing,” terang Dr. Rahayu Puji Suci SE. MM.

“Selama pandemi COVID-19, UMKM di Indonesia dan Jawa Timur signifikan mengalami penurunan pendapatan Salah satu upaya untuk mengembangkan usaha adalah berinovasi dari segi marketing menggunakan digital marketing. Terdapat peningkatan pendapatan sebesar 50-100% pada UMKM yang konsisten dan optimal dalam penerapan digital marketing dan update informasi di sosial media,” terang Dr. Rahayu Puji Suci SE. MM.

Sementara pemateri lain CEO PT Pasar Antardesa Indonesia, Tritan, turut memaparkan tentang potensi desa yang butuh kemitraan untuk pengembangannya.

“Walaupun tampaknya roda perekonomian berputar lebih cepat di perkotaan, sebetulnya desa memiliki banyak potensi mulai dari sumberdaya alam, infrastruktur yang semakin baik, hingga potensi wisata dan budaya. Dari situ, dapat dikembangkan model bisnis seperti wisata budaya, wisata alam, dan agrikultur. Oleh karena itu, dibutuhkan kemitraan berbagai pihak,” terang Tritan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pusat Forum Manajemen Indonesia, Sri Gunawan DBA turut mengungkapkan pentingnya penguasaan teknologi digital.

“Perkembangan di era digital yang sangat cepat, membuat kita mampu memperoleh berbagai sesuatu hanya dalam satu genggaman tangan saja. Pebisnis harus mampu menyesuaikannya dengan digitalisasi bisnis yang tidak terbatas dalam suatu tempat ataupun waktu,” kata Sri Gunawan DBA.

“Dimasa yang saat ini interaksi dan berbagai
manfaat dalam bisnis berubah menjadi digital, di berbagai bidang khususnya UMKM yang saat ini gencar dan memiliki kontribusi yang besar serta krusial 99% dari jumlah unit usaha,” jelasnya.

“Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, pelaku UKM yang memanfaatkan teknologi digital, khususnya platform e-commerce sudah mencapai 8,3 juta pelaku dan yang sisanya masih dalam tahap pengadaan dan pengembangan,” pungkasnya. (had)