Festival Republik Gubuk “Tepung Sanak Ing Kampung Adat”

Festival Republik Gubuk "Tepung Sanak Ing Kampung Adat". (ist)

BACAMALANG.COM – Mahasiswa Praktikum Public Relations 3 “ PR Practice and Event Management “ Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dengan kelompok Halcyon, menggelar Festival Republik Gubuk pada 30 – 31 Juli 2022 di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Event kali ini mengangkat tema Tepung Sanak ing Kampung Adat yang memiliki arti mengumpulkan sanak keluarga. Tema ini diambil dengan harapan dapat menjadi wadah penghubung tali silaturahmi antar warga desa setempat. Event ini merupakan ajang kolaborasi dari Tim Praktikum Halcyon Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dengan Republik Gubuk.

Perlu diketahui, bahwasanya Republik Gubuk merupakan sebuah wadah pergerakan literasi dalam pembentukaan karakter untuk masyarakat di Malang, khususnya di Dusun Gandon Barat, Sukolilo, Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Republik Gubuk berdiri sejak tahun 2014 yang digagas oleh Fachrul Alamsyah.

Kegiatan awal Republik Gubuk bermula dari perpustakaan keliling dan kemudian berkembang menjadi beberapa sub divisi seperti Divisi Pendidikan, Divisi Pemberdayaan Ekonomi, Divisi Lingkungan, Divisi Kebudayaan dan Divisi Kesehatan. Event ini memiliki tujuan tak hanya sebagai ajang kolaborasi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dengan Republik Gubuk, melainkan juga memiliki tujuan sebagai ajang untuk mengapresiasi potensi adik-adik gubuk yang berada di beberapa kampung, menjadi ajang silaturahmi antar gubuk, silaturahmi warga desa dan sebagai sarana untuk memperkenalkan jajanan tradisional Dusun Busu.

Festival Republik Gubuk “Tepung Sanak Ing Kampung Adat”. (ist)

Di hari pertama, Sabtu 30 Juli 2022 sudah terdapat berbagai macam kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sore hari pukul 15.00 – 17.00 WIB dan dilanjutkan pada malam harinya pukul 20.00 – 22.30 WIB. Kegiatan di sore hari yaitu perlombaan tradisional yang dapat diikuti oleh anak-anak dan ibu-ibu Dusun Busu dan sekitarnya. Lomba untuk anak-anak diantaranya adalah Estafet Sarung, Koin Tepung, Karung GP, memasukkan Paku ke Dalam Botol, Egrang dan Lomba Bakiak. Sebagai hiburan, juga terdapat tampilan Musik Patrol. Di malam hari, berlangsung juga kegiatan pentas seni hiburan anak-anak. Penampilan seni yang ditampilkan adalah pembacaan puisi dan penampilan tari-tarian khas Jabung. Tari-tarian yang ditampilkan adalah Tari Beksan, Tari Bang Bang Wes Raino, Tari Bapang, dan Tari Sabrang. Tak hanya tarian, kelompok praktikum PR Halcyon Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang juga menyumbangkan tampilan akustik pada panggung pementasan. Sebagai penghujung acara, terdapat penampilan dari Slowkiss Band asal Jabung.

Karena mengangkat konsep tempo doloe, pada malam hari disepanjang jalan Dusun Busu hanya menjadikan obor sebagai penerangan. Warga juga bebas berjualan jajanan khas tempo doloe. Total terdapat 11 stand jualan dari warga setempat. Tentunya, untuk menambah suasana khas tempo doloe warga juga menghias standnya dengan memanfaatkan hasil alam yang ada. Seperti menggunakan bambu sebagai stand dan gebyok, dan juga menghias standnya dengan janur dan lampu petromax.

Jenderal Preman Mengajar sekaligus warga Dusun Busu, Pakde Abith, mengatakan acara yang digagas oleh teman-teman kelompok Halcyon dengan berkolaborasi bersama Republik Gubuk dan warga Dusun Busu merupakan acara yang sangat positif. Karena sudah lama sekali tidak ada kegiatan warga di Dusun Busu. Acara Festival Republik Gubuk ini merupakan salah satu kerja nyata mahasiswa dengan warga dan memberikan banyak manfaat untuk warga Dusun Busu. Selain memberikan kesempatan kepada anak-anak Dusun Busu untuk menampilkan kesenian khas daerah, perekonomian warga Dusun Busu pun ikut terangkat dengan adanya jajanan tempoe doeloe yang mayoritas penjualnya adalah warga sekitar. 

Hari kedua, Minggu 31 Juli 2022 menjadi penghujung acara Festival Republik Gubuk. Acara ini baru dimulai di malam hari pukul 19.00 WIB. Diawali dengan gebyak obor yang diikuti oleh warga Dusun Busu dan anak-anak Gubuk Baca yang hadir di event tersebut. Setelah itu dilanjutkan oleh sambutan dari Dewan Kesenian Kabupaten Malang dan Ketua Kelompok Tim Halcyon. Perwakilan dari Dewan Kesenian Kabupaten Malang memberikan sertifikat apresiasi untuk pegiat seni yang ada di Dusub Busu. Dan puncak acara terdapat Gebyak Wayang Topeng Malangan. Gebyak Topeng Malangan yang dihadirkan di Festival Republik Gubuk juga menjadi ajang bangkitnya topeng jabung yang telah mati suri selama 34 tahun.

Tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga bermanfaat untuk warga sekitar khususnya di bidang perekonomian. Salah seorang warga Dusun Busu yang berjualan di sepanjang jalan diadakannya Festival Republik Gubuk, Mak Ti, mengaku bahagia dengan diadakannya event ini. Terlaksananya event ini membuat pendapatannya bertambah dari biasanya dan diharapkan bias menjadi event tahunan nantinya.

Sukses dengan Festival Republik Gubuk tentunya tidak dilaksanakan sendirian. Ada 8 Anggota tim lain yang turut serta dalam proses pembuatan event ini yakni Niken Putri Asri Negari, Shellya Kusuma Ningrum, Dimas Alif Multazam, Shafaa Latisya Agus, Aura Viani Azhar, Angger Ryan Daka, Mumtaz Azzam E dan Muh. Alief H.G. Tak hanya anggota Tim Halcyon, suksesnya event ini juga didukung oleh support dari Keluarga Republik Gubuk dan tentunya warga Dusun Busu sendiri. (*/lis)