FISIP UB Ikut Sukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental Lewat Sosialisasi Urgensi Vaksinasi

Kegiatan kampus mengajar UB di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Roudlotul Ulum, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, belum lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya mengambil peran untuk terjun langsung melakukan pendampingan melalui kegiatan kampus mengajar yang berlokasi di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Roudlotul Ulum, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Senin-Minggu (11-15/10/2021). Seluruh tim terdiri dari empat dosen pendamping dan mahasiswa lintas fakultas.

Tim Dosen yaitu Ns. Akhiyan Hadi S, S.Kep., M.Biomed (Fakultas Kedokteran), lsma Adila, S.l.Kom, M.A (FISIP), Drh. Dodik Prasetyo, M.Vet (Fakultas Kedokteran Hewan), Kristanto Adi Nugroho, ST. MT (Vokasi). Sementara tim mahasiswa adalah Fanny Fauri Salsabillah Surya (Fakultas Kedokteran) Syahrillah, Mardiyyah Ahyani (Fakultas Kedokteran), Embun Nadha Pawestri (FISIP), Ainrisq Auliya Rifai (Fakultas Kedokteran Hewan), dan Anton Hendra Kusuma (Vokasi).

Embun Nada Pawestri , mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi 2018 bersama dosen pembimbing Isma Adila, S.I.Kom, M.A dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyampaikan materi tentang urgensi vaksinasi pada usia sekolah dasar.

“Kami juga memberi materi mengenai teknis PTM pasca vaksinasi, dimana para siswa dan siswi diberikan pemahaman mengenai pengertian pentingnya vaksinasi, juga bagaimana meminimalisir KIPI atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi,” ungkap Embun Nada Pawestri, Senin (18/10/2021).

Materi lainnya, imbuh Embun, adalah penekanan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pasca vaksinasi, terutama untuk kegiatan belajar-mengajar tatap muka di masa pandemi.

Sementara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang diwakili oleh dosen pendamping dari jurusan manajemen Pusvita Yuana, S.E., M.Sc. dan Rizqi Dwi Setiawan dari perwakilan mahasiswa, memberikan materi dan ajakan untuk semangat menabung. Dalam materi tersebut, para siswa/i diberikan pemahaman tentang pengertian menabung, manfaat dan tujuan menabung, serta bagaimana mengatur keuangan dengan baik.

“Diharapkan para siswa mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Pusvita Yuana.

Pendampingan ini juga sebagai upaya menyukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental serta wujud nyata dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat melalui edukasi mengenai Urgensi Vaksinasi untuk usia sekolah dasar, Animal Welfare,dan pemanfaatan media digital untuk pembelajaran, dan Kaderisasi dokter kecil.

“Materi-materi ini diharapkan dapat membantu guru dalam menjalankan proses belajar mengajar di masa pandemi,” tandas Isma Adila. (ned)