FKDM Kota Bontang Berguru ke Kota Malang Malang

Foto : FKDM Kota Bontang berguru ke Kota Malang. (Kip)

BACAMALANG.COM – Guna meningkatkan kinerja Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bontang, melakukan studi banding ke FKDM Kota Malang. Studi Banding tersebut diterima langsung oleh Ketua FKDM Kota Malang Dr. Nurudin Hadi dan Kepala Bakesbangpol Kota Malang Drs. Zulkifli Amrizal, Msi di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Kamis (13/2/2020).

Marlina, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Bontang mengutarakan, secara khusus pihaknya memimpin rombongan ke Kota Malang untuk menimba ilmu ke FKDM Kota Malang.

“Kami menyampaikan terima kasih, kepada FKDM dan Bakesbangpol Kota Malang, yang telah bersedia untuk kami kunjungi, sekaligus tempat kami menimba ilmu kepada FKDM Kota Malang,” tukas Marilna.

Ia membawa sebanyak 34 orang, 32 orang diantaranya adalah anggota FKDM. Ia menyebut banyak yang ingin didapatkan dari Kota Malang dalam menangani konflik, atau persoalan yang ada dimasyarakat, karena kota Malang ini relatif kondusif, merupakan kota yang banyak kampus dan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Samsudin, Ketua FKDM Kota Bontang, menambahkan, jumlah FKDM Kota Bontang sangat banyak, dibentuk berdasarakan permendagri yang lama, periodenya lima tahun, datang dengan berbagai macam enis suku dan agama.

Kota bontang itu, kata dia, merupakan kota kecil, sekaligus sebagai kota miniatur Indonesia, dulunya hanya daearah kecil yang tidak diperhatikan oleh Pemerintah. Dengan adanya perusahaan besar, berupa pupuk Bontang, akhirnya mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

Luas Kota Bontang, tambahnya, hanya 495 m3, penduduknya hanya berjumlah 150 ribu, terdiri dari tiga Kecamatan, dan 15 kelurahan. Peran dari FKDM dalam menjaga tegaknya kesatuan dikawasan Bontang, ini merupakan kewajiban FKDM.

“Makanya kami igin tahu, bagimana cara mengelola persoalan sedangkan FKDM anggotanya hanya lima orang saja,”terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menanyakan kepada FKDM Kota Malang tentang bagimana membangun komunikasi dengan perguruan tinggi, dalam rangka melakukan kegiatan FKDM untuk memastikan Ancaman Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATGH). “Itu salah satu yang ingin dia dapatkan dari FKDM Kota Malang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FKDM Kota Malang, Dr. Nurudin Hadi, menyampaikan gambaran FKDM secara singkat, keberadaan FKDM Kota Malang, ia menyebut, jika FKDM Kota Malang dalam melakukan kegiatan, pengawasan terhadap acaman gangguan hambatan yang mungkin terjadi pada masyarakat.

“Di Kota Malang ini sangat dinamis, Kota Malang ada 300.000 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, potensi kerawanannya sangat tinggi. Yang kita lakukan adalah pemetaan dan pendekatan, kepada kelompok mahasiswa,” tutur Nurudin.

Selain itu, FKDM Kota Malang, juga diberikan pelatihan penanganan unjuk rasa, ini sangat penting sebab dinamisasi masyarakat Kota Malang, setiap saat ada peluang untuk berunjukrasa, makanya anggota FKDM harus memiliki keahlian itu.

“Kita juga pernah melakukan pelatihan dasar deteksi dini, bagi anggota FKDM, agar bisa mengambil langkah konkrit dalam menyikapi persoalan yang ada dilapangan,” imbuh peria yang juga dosen Universitas Negeri Malang (UM) itu. (Kip)