FTP UB Borong Penghargaan UBAQA 2021

Foto: Borong penghargaan. (ist)

BACAMALANG.COM – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang penghargaan tahunan Universitas Brawijaya Annual Quality Award (UBAQA) 2021. Penghargaan untuk unit kerja dengan pelayanan terbaik ini diumumkan dalam Rapat Terbuka Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-58 bersama Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, BA. MBA yang diadakan secara daring, Selasa (05/01/2021).

Penghargaan yang berhasil diraih Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya tersebut antara lain juara dua di tingkat fakultas dan juara pertama untuk PS S3 Teknologi Industri Pertanian (PS S3 TIP) pada kategori program studi S3. Selain itu FTP UB juga berhasil meraih dua penghargaan pada kategori program studi S2 yaitu juara pertama untuk PS S2 Teknik Pertanian (PS S2 TEP) serta juara ketiga untuk PS S2 Teknologi Hasil Pertanian (PS S2 THP).

UBAQA merupakan penghargaan tahunan untuk mengukur sejauh mana peran fakultas, program studi, dan unit pendukung dalam memberikan kontribusi terhadap hasil klasterisasi perguruan tinggi atau ranking perguruan tinggi nasional dengan mengadopsi indikator Kemendikbud dalam klasterisasi yang ditambah Indeks Kepuasan Masyarakat.

“Alhamdulillah FTP berhasil meraih banyak penghargaan pada UBAQA 2021 ini. Terimakasih untuk semua pihak yang telah bekerja keras dan mendukung penuh hingga berhasil meraih empat penghargaan. Ini juga menunjukkan tata kelola sistem pendidikan di FTP berkualitas dan berdaya saing”, kata Dekan FTP, Prof. Imam Santoso.

Dalam kesempatan itu, Presiden RI selain mengucapkan selamat untuk Universitas Brawijaya juga menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan SDM unggul yang kompeten. Terlebih ditengah pandemi Covid sehingga Presiden juga menegaskan untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

“Selamat untuk para sivitas UB atas Dies Natalis ke-58. Semoga UB dapat lebih berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa. Terlebih kita baru saja melewati tahun 2020 yang memberi banyak inspirasi untuk membuat terobosan dan inovasi. Tetap patuhi protokol kesehatan serta terus kreatif berinovasi dan disiplin dalam menjalani kehidupan”, paparnya.

Senada dengan Presiden, Mendikbud Nadiem Makarim juga menyampaikan bahwa lulusan kompeten perguruan tinggi dibutuhkan untuk mengatasi segala permasalahan bangsa.

“Untuk hasilkan lulusan yang unggul Perguruan Tinggi harus berani mendistruksi dirinya agar lebih adaptif, fleksibel dan berorientasi masa depan. Cara terbaik adalah memberikan pengalaman bermakna didunia kerja ketika masih menjadi mahasiswa,” pungkas Nadiem. (Lis/red)