Gaduh Potensi Tsunami di Selatan Jawa, Pantai Balekambang Sepi Wisatawan

Pantai Balekambang di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Jumlah wisatawan pantai Balekambang Kabupaten Malang menurun drastis disebabkan gaduhnya pemberitaan mengenai potensi tsunami hasil penelitian Institut Teknologi Bandung belum lama ini.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Jasa Yasa selaku pengelola Balekambang, Ahmad Faiz Wildan menyatakan, ramainya pemberitaan mengenai potensi tsunami di pesisir Selatan Jawa sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan. Meskipun baru beberapa hari, dampaknya sudah sangat dirasakan pengelola Balekambang.

“Setelah dampak Covid-19 belum usai, kini sudah diterpa lagi dengan kabar potensi tsunami. Dan jelas dampaknya pada penurunan jumlah wisatawan yang datang,” kata pria yang akrab disapa Gus Wildan, Kamis (1/10/2020).

Situasi pandemi ditambah ramainya pemberitaan tsunami membuat pengelola wisata pantai makin terpuruk. Padahal, mereka sedang mencoba bangkit.

“Kita menyikapinya berusaha tidak mengeluh. Kita tetap berikhtiar. Dan kita tetap berusaha meyakinkam bahwa disini baik-baik saja, cuaca aman dan laut tetap nyaman untuk dinikmati,” terang Gus Wildan.

Terakhir, Gus Wildan menyampaikan, Jasa Yasa sudah memasang rambu-rambu peringatan bahaya tsunami di sudut-sudut Balekambang.

“Kami melengkapi apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana. Rambu evakuasi, titik kumpul evakuasi juga sudah terpasang. Dan keresahan yang ada, kita jawab dengan kesiapan tersebut,” tukasnya. (mid/yog)