Gairahkan Ekonomi Kota Malang, Ini Kata Wawali dan Kepala KPw BI Malang

Foto: Pimpinan BI Wilayah Malang, Azka Subkhan (kiri), menyerahkan piagam penghargaan dari Pemerintah Pusat secara simbolis kepada Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang dihelat di Lounge Hotel Atria, Rabu (25/11/2020). (ist)

BACAMALANG.COM – Kondisi ekonomi dengan inflasi Years on Years di level 1,22 %, dianggap masih belum bersemangat. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Malang, Ir. H, Soyfan Edi Jarwoko usai menghadiri “High Level Meeting (HLM) TPID Kota Malang – Strategi dan Tantangan Pengendalian Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru”, di Hotel Atria Malang, Rabu (25/11/2020).

Sofyan Edi menambahkan, yang diharapkan adalah pada posisi sekitar 2,5 persen. “Pada kondisi tersebut dapat dikatakan situasi ekonomi cukup hangat,” tegas pria yang akrab disapa Bung Edi ini.

Ia mengatakan, tugas dari TPID adalah mewujudkan angka inflasi, khususnya menghadapi Natal dan Tahun Baru lebih baik dan bersemangat. “Memang semua harus bertahap, jadi kita harus konsolidasi, dari mana kita harus bergerak,” ujarnya.

Bung Edi menuturkan, Malang punya potensi sebagai kota Pendidikan dengan 500.000 mahasiswa sebagai penggerak perekonomian. “Namun personel TPID juga harus diberi tambahan wawasan terkait libur panjang akhir tahun, dan tentunya pemetaan titik-titik rawan, serta mengidentifikasi komoditas-komoditas dan kesiapan personel perangkat daerah yang tergabung di TPID termasuk Satgasnya,” urai dia.

Bung Edi berharap di akhir tahun perekonomian bisa semakin bergairah lagi untuk menyongsong tahun 2021. “APBD kita harus lebih awal direalisasikan agar gerakan ekonomi masyarakat juga terdampak,” paparnya.

Menurut Bung Edi, inti dari semuanya adalah pemulihan ekonomi dengan tetap menerapkan penegakan disiplin terkait protokol kesehatan.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan A. mengatakan, inflasi yang terlalu rendah juga tidak terlalu baik untuk pertumbuhan ekonomi. “Inflasi bulan Januari-Oktober kemarin masih di angka 0,77, padahal idealnya di angka 2-4,” ujarnya.

Azka menambahkan TPID saat ini termasuk ringan tugasnya karena inflasi yang rendah ini. Namum dikatakan Azka, lompatan tajam dilakukan TPID Kota Malang dalam kinerja pengendalian inflasi daerah. “Kota Malang bertahun tahun belum pernah masuk ranking pengendalian inflasi, tahun ini kota Malang masuk ranking 3 setelah kabupaten Banyuwangi dan Kediri,” jelasnya.

Namun perekonomian yang rendah membuat daya beli masyarakat juga rendah. Oleh karena itu Azka menilai bansos kepada masyarakat yang berhak adalah salah satu upaya untuk meningkatkan daya beli tersebut. “Apalagi di masa pandemi ini, dimana kegiatan bisnis berkurang, sektor informal banyak yang berkurang pula pendapatannya, bahkan banyak pula terjadi pemutusan hubungan kerja,” paparnya.

Azka menyarankan kepada pemerintah daerah agar menggalakkan pameran-pameran maupun showcase UMKM. “Biarpun kecil-kecil tapi kalau yang melakukan banyak instansi atau lembaga hasilnya akan lumayan,” jelasnya.

Ia memberi contoh pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di hotel Tugu pekan lalu yang sanggup menghasilkan 100 juta rupiah meski hanya sehari digelar. “Daripada mengadakan pasar murah yang justru berpotensi mengundang kerumunan,” tandasnya. (ned)