Gara-gara Surat Fiktif, Pedagang Pasar Sumberpucung Kehilangan Lapak

Atminah (paling kanan) didampingi kuasa hukum dari LBH Malang saat berada di Polres Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Seorang pedagang di Pasar Sumberpucung, Atminah, harus kehilangan lapak dagangannya diduga gara-gara surat pernyataan fiktif.

Atminah didampingi Lembaga Bantuan Hukum Malang kemudian melaporkan perkara tersebut ke Satreskrim Polres Malang pada 30 Juli 2020.

Atminah pun bercerita, perkara ini sebenarnya sudah timbul sejak 2018 silam. Namun, hingga detik ini belum ada titik temu.

Pada Senin (29/12/2020), Atminah memenuhi panggilan Polres Malang untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Saya sebelumnya berdagang tahu lontong diseputaran Pasar Sumberpucung semenjak 2001. Pada tahun 2018 ada pembaruan administrasi oleh Disperindag. Disitulah perlahan lapak yang saya tempati, beralih atas nama orang lain,” ujar Atminah.

Atminah menjelaskan, lapaknya tiba-tiba berpindah kepemilikan seiring munculnya surat bernomor 511.2/1576/421.113/2018 tentang pemberitahuan beralihnya hak akan lapak atau los ke Sunarsih.

“Dalam surat itu tertulis peralihan lapak itu atas dasar surat penyerahan dari saya. Padahal saya sama sekali tidak pernah membuat surat penyerahan tersebut,” terang wanita 49 tahun.

Salah satu kuasa hukum Atminah dari LBH Malang, Yulia Alifiah SH MHum menyatakan, tidak mungkin Atminah membuat surat pernyataan yang menyebabkan dirinya kehilangan mata pencaharian.

“Melihat rentang waktu laporan masuk sampai dengan saat ini terbilang cukup lampau. Terkait terbitnya surat penyerahan itu amatlah tidak mungkin dibuat oleh klien. Sebab tidak mungkin orang mau kehilangan mata pencahariannya dengan alasan yang tak jelas,” kata Yulia.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat dikonfirmasi mengaku masih akan mengecek ke penyidik. Perkara ini sendiri tengah ditangani Unit 1 Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Malang.

“Saya cek ke penyidik dulu,” jelas Andaru. (mid/yog)