Gas Pol Modernisasi, Peternak Malang Dukung Launching Aplikasi Data

Caption : Komunitas peternak Kambing dan Sapi dukung modernisasi lewat aplikasi data ternak. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebongkah harapan terpancar dari kiprah mileneal Peternak Kambing dan Sapi yang terus berinovasi di tengah pandemi.

Baru-baru ini dilaunching aplikasi data ternak yang mendapat dukungan penuh dari komunitas YouTuber Peternak Sapi dan Kambing di Jatim dan Jateng.

Acara keren ini digelar di Anak Kandang Farm selama beberapa hari di Juanda Sidoarjo.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti Talkshow berbagi ilmu, konsultasi, berbagi pengalaman, peninjauan langsung lokasi ternak, ngevlog, ngonten, bagi-bagi saham, dan penjajagan kerjasama lainnya.

Aplikasi data ternak ini bisa memberikan aneka informasi dan manfaat untuk semua pihak dalam hal pemasaran, data usia Kambing, jadwal kawin Kambing yang praktis tersaji di handphone.

“Manfaat dari ikut acara itu secara keseluruhan Kita jadi mengetahui bahwa ada suatu lokasi budidaya ternak yang sudah modern yang sudah menggunakan aplikasi,” tegas salah satu peserta peternak Kambing Ngajum, Kabupaten Malang, M. Khoirul, Rabu (7/7/2021).

“Manfaat aplikasi tersebut untuk mengontrol ternak lebih detail dan teratur. Harapannya semakin banyak ternak milenial yang lebih modern dalam pemeliharaan sehari-hari,” terangnya.

Seperti diketahui, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) berkolaborasi dengan Anak Kandang Farm mengembangkan peternakan kambing di area kompleks Lanudal Juanda Surabaya, di Sidoarjo, Jawa Timur. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, pengembangan peternakan kambing ini juga nantinya menjadi sarana edukasi dan wisata (Eduwisata) bagi masyarakat.

Peternakan kambing yang dikembangkan menerapkan metode ternak kambing modern dikelola oleh para prajurit yang berkolaborasi dengan para profesional, mulai peternak kambing, dokter sampai insinyur peternakan.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang lebih baik di masa mendatang memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan baik di Jawa Timur maupun di nasional.

Saat ini, sudah ada 650 kambing hasil perkawinan silang antara kambing Jawa Randu, dan Kambing Boor. Optimistise muncul karena potensi yang ada peternakan itu akan menjadi peternakan kambing terbesar di Indonesia. Luas lahan sekitar 3,2 hektare dan 2 hektare dipakai peternakan. Peternakan Kambing ini juga terbuka untuk umum, baik untuk program titip angon.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lengkap terkait aplikasi data ternak dan keseruan acara tersebut bisa klik link berikut :

Diharapkan peternak Kambing dan Sapi Nusantara semakin solid saling membantu di tengah pandemi demi mewujudkan kedaulatan pangan. (*/had)