Gebrak Blantika Musik Death Metal, Vospison Rilis Album Pertama Diethlamide

Vospison Rilis Album Pertama Diethlamide. (foto: ist)

BACAMALANG.COM – Turut memberi warna dan hadir menggebrak blantika musik Death Metal, Grup Band Vospison merilis album pertama Diethlamide. “Debut album ini merupakan follow up dari promo yang sudah dirilis pada tahun sebelumnya. Pada tanggal 16 Mei 202, kami juga telah merilis single dari album ‘Diethlamide’ di kanal Youtube Dismembered Records. Debut album ini memiliki nuansa musik yang berbeda dari promo-promo sebelumnya. Karena pada debut album ini, kami mengambil referensi riff dan musik dari Disgorge (USA), dan Abominable Putridity (Rusia) yang dipadukan dengan sound raw khas Putridity (Italy),” tandas perwakilan Vosipons, Fikri (bassist).

Sekilas informasi, Kota Malang menjadi salah satu kota dengan pergerakan musisi independen yang paling masif di Indonesia. Buktinya adalah ditandai bermunculannya berbagai musisi independen lintas genre setiap tahunnya di Kota Malang.

Band Musik ekstrem atau metal menjadi salah satu yang terbanyak muncul. Tak ayal bermunculan beragam sub-genre seperti Hardcore, Metalcore, Deathcore, Death Metal, Power Violence, Grindcore, Punk, Crust Punk, dan lain sebagainya.

Mengusung genre death metal, Vospison secara resmi terbentuk pada bulan Agustus 2016. Pada tahun tersebut, Faisal dan Oni yang merupakan founder dari band tersebut memang sangat tertarik dengan genre death metal, oleh karenanya genre tersebut dipilih sebagai pondasi band dalam berkarya. Vospison, merupakan sebuah nama monster dalam cerita rakyat Yunani, yang sengaja dipilih karena memang menggambarkan spirit dari death metal.

Setelah berkutat di dapur rekaman dan sempat merilis beberapa materi dan promo, akhirnya pada tanggal 26 Juni 2021, Vospison pun secara resmi merilis debut album pertamanya yang bertajuk ‘Diethlamide’.

Di bawah naungan Dismembered Records, band yang beranggotakan Faisal Sukma (gitar/vokal), Fikri Firman (bass/vokal), dan Oni Arim (drum) ini, secara resmi merilis 9 track pada album yang bertajuk ‘Deathlamide’ tersebut. Sembilan track tersebut berjudul Vomit Void, Morpheus, Intravenous Abnormal, Psychodrugs, Psylocybin Hypochondriasis, Lisergic Acid Diethlamide, Repentless (Slayer Cover), Artificial Resurrection Medicine, dan juga Putrefucktion.

Sebelum merilis debut album tersebut, Vospison terlebih dahulu merilis promo yang berisi dua track yang juga dirilis oleh Dismembered Records. Bulan ketiga pandemi tepatnya pada bulan Juni 2020, Vospison memulai tracking guitar guide untuk pembuatan debut album. Proses penggarapan album tersebut pun dilakukan di beberapa tempat, diantaranya adalah Asylum Sound Lab untuk take gitar, bass, dan vokal, serta Monev Studio untuk take drum. Untuk penggarapan mixing and mastering dilakukan di Insidious Soundlab.

Secara keseluruhan proses kreatif dari album ini sudah disusun 4 tahun semenjak tahun 2017. Pada tahun tersebut, sempat merilis sebuah diskografi promo secara independen. Kemudian tahun berikutnya kembali merilis promo lewat sebuah label independen dari Sidoarjo yang bernama Fatalism. Dan tahun-tahun berikutnya digunakan untuk kembali menyusun materi, mengumpulkan referensi, dan juga memulai proses penggodokan materi di dapur rekaman.

KENDALA DAN PANDEMI

Ada beberapa kendala teknis yang sempat dialami tatkala proses pembuatan album tersebut berlangsung, semisal file rekaman drum yang sempat terhapus sehingga membuat Oni harus retake drum dengan kondisi mood yang berbeda.

Album yang bertajuk ‘Diethlamide’ ini sebenarnya merupakan salah satu kata dari kalimat “Lysergic Acid Diethylamide” yang juga merupakan salah satu track di album tersebut. Lysergic Acid Diethylamide sendiri merupakan salah satu jenis narkoba.

Kalimat tersebut merupakan ungkapan satire yang sengaja digunakan untuk mempertanyakan stigma penyalahgunaan narkoba yang sering disematkan masyarakat kepada para musisi. Yang menarik, lirik-lirik dari album tersebut juga banyak menggunakan istilah psikologi, karena Fikri yang merupakan bassist dari band ini adalah seorang mahasiswa psikologi.

Project terdekat dari Vospison adalah melangsungkan intimate show dan juga tour. Namun karena kondisi pandemi, Vospison pun terpaksa menunda agenda tersebut hingga kondisi kembali stabil. “Kami sempat merancang intimate show dan tour pasca perilisan album. Namun karena kondisi pandemi, terpaksa menunda agenda tersebut. Karena kami sadar, jika kami berkewajiban mematuhi anjuran dari pemerintah setempat. Oleh karenanya, acara tersebut kami undur hingga kondisi kembali stabil dan kondusif,” pungkasnya. (*/had)