Gelar Sekolah Moderasi Beragama, Mahasiswa Diharapkan Jadi Agen Anti Intoleransi

Caption : Kegiatan Sekolah Moderasi Beragama. (ist)

BACAMALANG.COM – Gelar Sekolah Moderasi Beragama di Universitas Negeri Malang (UM), mahasiswa selaku pesertanya diharapkan jadi agen anti intoleransi.

“Kami optimis bisa mewujudkan peningkatan kapasitas peserta, dalam hal ini pemahaman moderasi beragama kepada mahasiswa UM. Agar ke depannya dapat menjadi pelopor antisipasi untuk menangkal gerakan-gerakan/kelompok-kelompok intoleran di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa, sekaligus menaruh harapan agar materi-materi yang didapatkan menjadi jalan dakwah “Hubbul Waton Minal Iman” di ranah kampus,” tutur Koordinator Pelaksana, Dwiky Saputra, Rabu (24/11/2021).

“Kami ingin menumbuhkembangkan moderasi beragama kepada masyarakat demi terwujudnya keharmonisan dan kedamaian. dengan membawa perilaku budaya, memiliki cara hidup berlainan dan spesifik,” jelas Dwiky yang juga Ketua Komisariat PMII UM ini.

Dikatakannya, moderasi harus dipahami ditumbuhkembangkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, dimana setiap warga masyarakat, apapun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan diantara mereka.

Sekilas info, gelar sekolah moderasi ini diikuti peserta dari mahasiswa umum dan Kader PMII UM dengan menghadirkan pemateri berkompeten. Meliputi : Ahmad Farih Sulaiman, MPd ; Surya Desismansyah Eka Putra, S.Pd, M.Phil. ; Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag, M.Fil.I
; Yusli Effendi, S.IP, MA ; Aisyatir Rodliyah Bahtiar, S.Si. (had)