Geledah Rumah Dinas Wali Kota Batu, Apa yang Dicari KPK?

Foto: Ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Tim pendidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga hari ini masih belum beranjak dari Kota Wisata Batu. Hal ini lantaran rumah dinas Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan rumah seorang staf pribadi mantan Wali Kota Batu digeledah.

“Hari ini tim penyidik KPK kembali melaksanakan kegiatan penggeledahan di 2 lokasi di Kota Batu yaitu Rumah Dinas Walikota Batu dan salah satu rumah staf pribadi mantan Wali Kota Batu,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (14/1/2021).

Terkait proses penggeledahan masih berlangsung hingga saat ini, pihaknya belum dapat menyampaikan lebih jauh, termasuk mengenai barang-barang yang diamankan tim penyidik. Hanya saja, sebelumnya Ali menyebut bahwa penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan penerimaan gratifikasi di Pemerintahan Kota Batu 2011-2017.

Untuk diketahui, sebelumnya tim penyidik juga menggeledah sejumlah kantor dinas di Pemkot Batu. Diantaranya kantor Dinas PUPR, Kantor Dinas Pendidikan, dan Kantor Dinas Pariwisata. Sejumlah dokumen yang diamankan, terang Jubir KPK, yakni terkait kegiatan proyek-proyek pekerjaan dan juga dokumen perijinan-perijinan tempat wisata pada Dinas Pariwisata kota Batu kurun waktu tahun 2011-2017.

Perkara tersebut merupakan pengembangan kasus dari jeratan hukum mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko yang merupakan suami dari Dewanti. Eddy Rumpoko telah divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara karena terbukti menerima suap senilai Rp 295 juta dan satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp 1,6 miliar dari pengusaha Filiput Djap, direktur PT Dailbana Prima. Suap tersebut diduga terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp 5,26 miliar yang dimenangkan PT Dailbana Prima. (yga/red)