Gerai Subway Dilaunching Memicu Fenomena FOMO, Komentar Akademisi Ini Bikin Terperangah

Caption : Fenomena FOMO dan antrian pembukaan gerai Subway mengingatkan antrian promo MC D dan BTS di Kota Malang beberapa waktu lalu. (ist)

BACAMALANG.COM – Media marak dan viral memberitakan terjadinya antrian pembukaan pertama gerai makanan asal negeri paman Sam (Subway) di Mall Citos Jaksel (Jakarta Selatan)15 Oktober 2021 lalu.

Fenomena antrian ini mengingatkan kita peristiwa membludaknya antrian promo menu kolaborasi McDonald’s dan BTS (boy band Korea) di Kota Malang beberapa waktu lalu.

Kala itu spontan membuat para ARMY (sebutan penggemar BTS) ramai-ramai berburu memesan paket menu favorit para member BTS tersebut melalui aplikasi online.

Perlu kiranya untuk mengulas tentang fenomena ini, sebagai sebuah gejala psikologi-sosial masyarakat perkotaan.
Yakni dari adanya fenomena ini memunculkan antrian yamg dipicu oleh gejala psikologi FOMO (Fear of missing out. Takut ketinggalan sesuatu yang sedang terjadi).

“Fear of missing out (FOMO). Takut ketinggalan sesuatu yang sedang terjadi. Bisa produk baru, destinasi wisata baru, atau apa saja,” tegas Direktur Program Pascasarjana IBU (IKIP Budi Utomo) Malang, Dr Sakban Rosidi, Minggu (24/10/2021) memulai komentarnya.

MUJARABNYA INDOKTRINASI SOSMED

Sosmed seolah menjadi kekuatan baru di era milemial ini yamg mampu menghipnotis, menyihir dan menuntun netizen yang haus akan suatu hal yang baru.

“Fenomena ini terjadi, selain karena ketidak-mandirian individu, juga tekanan sosial imajiner, khususnya oleh sosmed. Sosmed, dalam sosiologi kontemporer sudah menjelma sebagai “significant others” menjadi orang lain yang penting,” tuturnya.

” Ini bisa mendikte batin dan bahkan perilaku individu. Dalam candraan interaksionisme simbolik, banyak orang menjadi aku objek (me), dan tak tegak lagi sebagai aku subjek (I),” paparnya.

“Secara antropologis, jaman ini memang berperangai seperti jaman edan Ronggowarsito. Disebutkan : Amenangi zaman edan. Ewuh aya ing pambudi. Melu edan ora tahan. Yen tan melu anglakoni. Boya keduman milik. Kaliren wekasanipun. Banyak orang kaliren popularitas,” pungkasnya.

FOMO DAN ANTISIPASI ANTRIAN PEMICU KLASTER COVID

Seperti diketahui, meskipun sudah membuka gerai pertamanya di Indonesia, namun pihak Subway Indonesia melalui akun Instagram menyatakan bahwa akan terus mengembangkan usaha perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Bahkan pihaknya menyatakan akan membuka gerai-gerai Subway Indonesia yang lainnya di berbagai wilayah. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menikmati beragam menu yang disajikan.

Sebagai upaya preventif, antisipasi dan kesiapsiagaan seiring adanya warning gelombang ketiga Covid-19 yang selayaknya tidak terjadi, maka perlu dilakukan berbagai antisipasi, semisal mencegah terjadinya kerumunan jika Gerai Subway buka di Kota Malang. (had)