Giat Keren Kala Pandemi, Sedekah Makanan Tiap Jum’at

Caption : Nasi kotak, sedekah Jumat Masjid An Namiroh. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Jamaah Masjid An Namiroh Perum IKIP Tegalgondo Malang, setiap usai Sholat Jum’at menyediakan makanan atau kue untuk jamaah.

Tak ayal, giat keren ini mendapat atensi tiga akademisi FISIP Universitas Brawijaya (UB) yang berkomentar dikaitkan perspektif Ilmu Sosial, termasuk kaitannya dengan pandemi.

KONSEP ALTRUISME

Menurut Prof. Dr. Sanggarkanto, M.S, fenomena sosial seperti ini sudah ada sejak lama, hanya saja kejadiannya tidak di masjid dan polanya berbeda.

“Dari perspektif sosiologis, fenomena ini dapat dikaitkan dengan konsep altruisme. Merupakan suatu kesadaran sosial untuk peduli kepada orang lain, terutama terhadap mereka yang perlu dibantu,” kata Guru Besar Sosiologi FISIP UB ini.

Pria yang biasa dipanggil Prof Sanggar ini menjelaskan bahwa contoh altruisme terjadi saat dulu masyarakat desa sering gotong-royong membantu membuatkan rumah bagi tetangga yang miskin, membantu tenaga atau materi.

Jika dikaitkan dengan kaidah Agama Islam, lanjut Prof Sanggar, makna bisa luas, bisa melekat pada konsep shodaqoh.

“Makin berkembangnya budaya masyarakat ke arah sekuler, fenomena altruisme ini semakin memudar,” ungkap pengajar program Doktoral Sosiologi UB ini.

KOMUNIKASI ASSABIEH

Rachmat Kriyantono, PhD, Akademisi Ilmu Komunikasi UB, menjelaskan bahwa Jum’at Berkah merupakan saluran komunikasi menciptakan kohesivitas atau keeratan sosial.

Karena, sasaran sedekah mencakup juga para jamaah diluar lingkungan masjid, yang tidak saling kenal.
Jamaah dari luar ini bisa merasa nyaman sehingga sering ibadah di masjid. Apalagi, diberikannya saat makan siang. Tercipta relasi dan kerukunan.

“Inilah konsep assabieh (keeratan sosial), yang dikenalkan Ibnu Khaldun, Sosiolog Islam. Konsep ini pengejawantahan ajaran ukhuwah Islamiyah,” kata Rachmat Kriyantono, PhD, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UB.

Jumat berkah ini pun bermanfaat membantu kesulitan di era pandemi. “Meski sedikit, setidaknya bisa membantu,” kata Rachmat.

SOCIAL ENGINEERING KEBAIKAN

Ahmad Zaki Fadlurahman, S.I.P., M.A, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UB, menjelaskan bahwa Jumat Berkah menstimuli atau mendorong untuk kebaikan.

“Orang bisa sungkan ketika ada orang lain berbuat baik, dia kok tidak ikut berbuat baik,” ujar Gus Zaki, panggilannya.

Gus Zaki berpendapat bahwa ketika ada jamaah dari kelompok menengah atau bahkan kelompok menengah ke bawah ikut partisipasi sedekah, masak yang lebih kaya tidak sedekah.

“Di situlah terbentuk kepantasan baru. Bagian dari social engineering, bagaimana mendorong orang untuk bersedekah,” tandas Gus Zaki yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ihsan, Krebet, Kabupaten Malang.

Gus Zaki menuturkan jika dilakukan secara pribadi mungkin terasa berat. Ketika barengan dengan orang lain, yang awalnya tidak rajin sedekah menjadi ikut sedekah. Termasuk untuk mendapat pahala.

Sekilas info, Jum’at Berkah An Namiroh atau Jum’at Shodaqoh telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Takmir memiliki beberapa donatur tetap dari para jamaah. Takmir juga menyediakan kotak amal Jum’at shodaqoh bagi jamaah lain, terpisah dari kas masjid (*/had)