Gubernur Khofifah Pacu Pendidik Telurkan Inovasi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (ist)

BACAMALANG.COM – Hari Guru Nasional yang jatuh pada Jumat (25/11/2022) menjadi momen penting untuk memacu semangat pendidik agar menelurkan inovasi dan kreativitas di dunia pendidikan. Guna mendukung hal ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memberikan wadah bagi guru melalui program GTK Creative Camp (GCC).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program GCC menjadi oase dalam dunia pendidikan pasca pandemi Covid-19. Utamanya untuk memacu semangat guru dalam menelurkan ide-ide inovatif dan kreatif. Apalagi, jumlah guru yang mengikuti kegiatan ini mencapai 18.338 guru.

“Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun 2020 yang hanya diikuti oleh 4.983 peserta, dan tahun 2021 meningkat 27,09 persen atau 6.333 peserta,” ujar Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Dijelaskan, ada 10 bidang lomba dalam program bergengsi tingkat provinsi yang digelar setiap tahun itu. Para guru dan tenaga kependidikan bakal unjuk dan asah inovasi di bidang Penulis Buku, Video Tourism, Kewirausahaan, Film Pendek, Fashion, Pembelajaran Berbasis IT, Desain Grafis, Daur Ulang, Inovasi Kompetensi Kepala Sekolah dan bidang lomba Optimasi Peran Pengawas Sekolah.

“Ikhtiar tersebut merupakan upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang kompetensi guru dan pemenuhan sarana prasarana,” katanya.

Tak cukup itu, pemerataan guru juga sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Untuk menjangkau ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur membangun aplikasi A-GTK untuk memetakan guru sesuai kebutuhan.

“Adanya A-GTK ini menjadi kebijakan atau dasar jika ada usulan mutasi guru baik antar provinsi maupun antar kabupaten/kota. Pemerataan juga dilakukan di daerah terluar, tertinggal dan terdalam, atau daerah kepulauan, pegunungan, dan pedalaman. Sehingga tidak ada sekolah yang tidak ada PNS nya. Artinya jika semua guru merata, maka yakin kualitas pendidikan di semua wilayah di Jatim akan bagus,” tegas Khofifah.

Perempuan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU itu menyebutkan, hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 3.000 guru dipetakan melalui A-GTK.

“Dengan pemerataan guru ini diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan untuk semua masyarakat di Jawa Timur,” terangnya.

Atas upaya itu, Jawa Timur kerap meraih prestasi tingkat nasional di bidang pendidikan. Salah satunya penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk SMA SMK SLB terbanyak di Indonesia. Mengingat, di Jawa Timur sudah mencapai 78 persen dari 4.044 lembaga sekolah.

Ia menargetkan di awal tahun ajaran 2023/2024 atau pertengahan tahun 2023 SMA SMK SLB diharapkan sudah melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka seluruhnya atau 100 persen.

“Sehingga nantinya Jawa Timur dapat menjadi barometer pendidikan nasional,” pungkasnya. (“/had)