Hidupkan Semangat Musisi, Wahyoe Arema Voice Siap Bermusik ke Kampung-kampung

Foto: Aktifitas bermusik yang selama ini diinisiasi Wahyoe GV di AV Cafe Story. (why)

BACAMALANG.COM – Musisi Wahyoe GV atau yang sering dipanggil Wahyoe Arema Voice, mengaku telah mencanangkan aktivitas bermusik dengan blusukan ke kampung-kampung. Hal ini, terang Wahyoe, merupakan salah satu kiat dalam menghidupkan kembali semangat bermusik di Kota Malang.

“Saya ingin mengembangkan semangat bermusik dengan main ke kampung-kampung. Beberapa hari lalu sudah Saya mulai di depan Bioskop Merdeka. Dan intinya nanti kita harus keluar atau jemput bola,” kata Wahyoe, Jumat (1/10/2021).

Lanjut Wahyoe, beberapa waktu lalu Pemerintah melalui Menkominfo Johnny G. Plate telah menyampaikan bahwa akan memberikan izin konser music. Hal ini tentu disambut baik para pekerja seni musik, meskipun mereka harus bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Harus kita syukuri karena akan diberi izin, meskipun kegiatan tersebut harus didukung dengan kesiapan sarana prasarana penunjang protokol Kesehatan,” tandasnya.

Wahyoe berharap, kegiatan ini nantinya bisa bekerja sama dengan pemerintahan daerah. “Kebetulan saya sudah bertemu dengan Wali Kota Malang, ketemu Kepala Disporapar, ketemu Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Bappeda, dan juga Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang,” terang Wahyoe.

Terkait konsep musik blusukan ini, Wahyoe ingin menyampaikan dan memperkenalkan lagi antara musisi dengan masyarakat. Selain itu, sekaligus juga bisa untuk mensosialisasi protokol kesehatan disela-sela kegiatan diskusi tentang musik dan hal kreatif-kreatif yang lainnya.

“Di kampung-kampung itu responnya sangat bagus, dan juga banyak sekali permintaan dari kampung-kampung untuk bermain di tempatnya. Di situ kita dapat berdiskusi mengenai Arema, Kota Malang, Musik, dan bagaimana kota ini bisa menjadi kreatif dan kondusif.” tuturnya.

Menurut Wahyoe, kegiatan ini juga menjadi langkah dan ajakan untuk memperhatikan musisi-musisi, sehingga mereka tidak hanya sekadar bermain musik, melainkan juga perlu didorong dan diberikan support.

“Kita juga bisa mendata talenta-talenta berbakat. Apabila perencanaan di tahun 2022 dilaksanakan, maka talenta ini sudah siap, tinggal warna musiknya kita siapkan juga. Jadi kita ingin industri musik di Kota Malang itu maju, maka dari itu kita harus berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Kerja keras kita ini juga untuk siapa?, ya untuk masyarakat Kota Malang, musisi-musisi dan Pemerintah Kota Malang. Wisatawan juga datang, ekonomi semua bisa hidup, ekonomi kota hidup, dan juga masyarakatnya.” tutur wahyoe dengan yakin.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Wahdiyat Moko, SE., MM., CPHR sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya menjelaskan bahwa pihaknya selama ini juga bergerak untuk pengabdian masyarakat dengan berkolaborasi dengan Wahyoe Arema Voice. Yakni dalam hal menjalankan pemberdayaan pekerja seni musik pada masa pandemi di Kota Malang

“Kegiatan ini dilakukan seminggu dua kali. Dan sudah berjalan selama dua bulan. Dengan program pengabdian masyarakat ini, kami mendukung musisi-musisi ini supaya mempersiapkan diri menghadapi new normal. Dan yang kedua, mengembangkan potensi-potensi yang ada. Supaya Kota Malang betul-betul dikenal seperti jaman dulu sebagai barometer musik di Indonesia,” jelasnya. (why/yog)