Hindarkan Jeratan Narkoba Saat Pandemi, BNN Gelar Pelatihan Life Skil

Foto: Pelatihan life skill. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemberdayaan life skill warga menjadi hal penting agar tidak terjerat iming-iming penggunaan dan bisnis narkoba di tengah pandemi.

“Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat pada kawasan rawan narkoba memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat dikembangkan untuk menunjang kehidupan dan kesejahteraan sehingga menjadi upaya preventif dari jeratan penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” tandas Letkol laut PM Candra Hermawan SH, Kamis (1/10/2020).

Tiga Hari di Desa Sitiarjo

Sekilas informasi, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang menyelenggarakan program Pelatihan Life Skill Bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba Di Wilayah Pedesaan, yaitu Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Giat yang berlangsung selama 3 hari (28-30 September2020) bertempat di Balai Desa Sitiarjo tersebut, dibuka langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Malang .

Turut hadir jajaran Muspika Sumbermanjing, Jajaran Perangkat Desa Sitiarjo, Ketua Ikatan Persatuan IKM Kab Malang (PERIELANG), serta mengandeng Tim Creative Kokedama selaku Instruktur dengan sasaran pelatihan adalah masyarakat Desa Sitiarjo yang didampingi oleh tim Pokja II dan tokoh masyarakat Desa Sitiarjo.

Rangkaian giat yang dilaksanakan dengan diawali pemberian Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba oleh Kepala BNN Kab Malang kepada peserta giat dan seluruh tamu undangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pokok giat pelatihan life skill yaitu keterampilan pembuatan kokedama (bola lumut) serta kerajinan tangan tali rami dari rotan sitentis, tali hanging macrame serta ketrampilan pembuatan pot bunga dimana ketrampilan yang diberikan memanfaatkan media tumbuh tanaman, serta bahan dasar dari sabut kelapa. Rangkaian giat yang berlangsung selama 3 hari tersebut ditutup langsung oleh Camat Sumbermanjing.

Program yang digelar oleh BNN Kab Malang melalui Seksi Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) ini bertujuan agar masyarakat pada kawasan rawan narkoba memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat dikembangkan untuk menunjang kehidupan dan kesejahteraan sehingga menjadi upaya preventif dari jeratan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. (*/had)