HPN Jawa Timur Gandeng Unisma Malang Ciptakan Ekosistem Ekonomi di Lingkungan Nahdliyin

Foto: (dari kiri) Wakil Rektor 4 Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. ; Ketua Umum DPP HPN Ir. H. Abdul Kholik, M.M. ; Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. rektor Unisma ; Ketua Wilayah HPN Jatim Misbahul Munir Kholil ; Nurhadi Ridwan Wakil Bendahara. (why)

BACAMALANG.COM – Kegiatan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (PW HPN) berkolaborasi dengan Universitas Islam Malang (Unisma) dalam rangka Forum Bisnis dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur 2021.

Kegiatan dilaksanakan mulai 27 November hingga tanggal 28 November 2021, kerjasama antara HPN Jawa Timur dan Universitas Islam Malang dimulai dengan pelantikan oleh ketua umum ketua umum DPP HPN dilaksanakan di Hotel Atria (26/11/2021) yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki.

Kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ini diikuti juga dengan 38 Pengurus Cabang HPN Kota/Kabupaten se-Jatim serta dihadiri juga oleh enam Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Menteri tersebut antara lain, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Halim Iskandar, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Menurut Ketua Wilayah HPN Jatim Misbahul Munir Kholil, tujuan dalam kolaborasi ini adalah menciptakan sebuah konsolidasi pengurus HPN seluruh Jawa Timur.

Lanjutnya, secara konkritnya tujuan kegiatan ini menciptakan sistem bisnis kerja di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui konsolidasi pengusaha baik internal maupun eksternal.

“InsyaAllah besok yang hadir dan sudah konfirmasi dengan kami, ada Bapak Menteri BUMN Erick Thohir dan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Bundar Unisma. Kemudian ditutup oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Dr Emil Elestianto Dardak M.Sc, sudah konfirmasi ke saya bahwa Bapak Emil Dardak menyatakan kesiapannya untuk hadir pada saat penutupan,” tutur Misbahul dalam konferensi pers (26/11/2021).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP HPN Ir. H. Abdul Kholik, M.M. mengatakan musyawarah kerja di wilayah Jawa Timur ini adalah salah satu bagian dari pendekatan makro yang mendukung keinginan Nahdlatul Ulama agar ekonomi kaum Nahdliyin ini lebih mandiri.

“HPN karena terdiri dari pengusaha diharapkan akan jadi lokomotif dari percepatan program pemberdayaan ekonomi kaum Nahdliyin. Oleh karena itu, NU berketetapan bagaimana agar kita bisa melakukan speed up atau percepatan dari pemberdayaan ini dengan mendorong agar lokomotif pemberdayaan ekonomi yang di HPN dapat berperan lebih signifikan,” tandasnya.

Kemudian Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. juga memberikan penjelasan mengenani kerjasama ini yaitu berfokus juga tentang pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah terutama kaitannya dengan makanan halal, dan juga ada sertifikasi halal. Poin kedua dibutuhkan terkait dengan data base untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan usaha, berikutnya pengembangan manajemen dan marketing yang didalamnya memberikan keterampilan kepada usaha kecil dan menengah.

“Maka ini adalah dua lembaga yang saling support, jadi akademik supporting dengan konsep-konsep yang kaitannya riset yang juga berkaitan dengan pengabdian masyarakat, di sinilah dibutuhkan satu himpunan yang bersinergi antara satu dengan lainnya dan saya yakin nanti akan jadi satu kekuatan besar. Karena dari individu-individu yang memiliki talenta untuk mengembangkan jiwa entrepreneur, apabila ini dikumpulkan jadi satu kekuatan ini akan jadi besar dan apalagi semangatnya teman-teman di HPN itu luar biasa,” terangnya dengan yakin.

Tambahnya siapapun yang ingin bergabung juga dipersilahkan, tidak hanya dari Nahdlatul Ulama saja, melainkan di luar kaum Nahdliyin yang ingin bergabung juga diterima.

Unisma menyatakan siap dalam konferensi pers, untuk bermitra dalam konteks pengembangan SDM, serta ingin membuktikan bahwa dari sisi akademik akan ada semacam ruang yang dapat dijadikan sebagai bagian pengembangan usaha di lingkungan Nahdliyin.

“Dengan hadirnya Menteri-Menteri juga akan menjadi motivasi tersendiri bahkan juga akan membangun jejaring yang lebih luas lagi. Karena apabila Menteri yang berbicara sekaligus juga menyampaikan satu dan dua peluang dan ditindaklanjuti oleh Unisma dan ditindaklanjuti oleh HPN, saya yakin ini akan cantik sekali,” pungkasnya. (why)